<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Informasi Autisme Indonesia</title>
	<atom:link href="http://autisme.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://autisme.web.id</link>
	<description>Situs Informasi Autisme dan Kesehatan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 01:54:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bayi Alergi Susu Sapi Jangan Langsung Diberi Susu Kedelai</title>
		<link>http://autisme.web.id/bayi-alergi-susu-sapi-jangan-langsung-diberi-susu-kedelai/</link>
		<comments>http://autisme.web.id/bayi-alergi-susu-sapi-jangan-langsung-diberi-susu-kedelai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 01:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>health</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[buru buru]]></category>
		<category><![CDATA[fkui]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu gizi]]></category>
		<category><![CDATA[menghisap]]></category>
		<category><![CDATA[nabati]]></category>
		<category><![CDATA[obat tbc]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[rscm]]></category>
		<category><![CDATA[tuberkulosis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autisme.web.id/?guid=edeb5dfc3f27730c10c2f84dd7cca912</guid>
		<description><![CDATA[Air susu ibu (ASI) memang makanan terbaik untuk bayi, tapi beberapa alasan medis dapat menyebabkan seorang ibu tak bisa memberikan ASI. Susu sapi pun sering menjadi pilihan namun seringkali menyebabkan alergi. Jika sudah begitu, jangan buru-buru member...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-xzZ82NOxPck/T0RKlxxeh7I/AAAAAAAAA7I/b7OGoXTIZUc/s1600/susu-kedelai.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="194" src="http://3.bp.blogspot.com/-xzZ82NOxPck/T0RKlxxeh7I/AAAAAAAAA7I/b7OGoXTIZUc/s200/susu-kedelai.jpg" width="200" /></a></div><div style="text-align: justify;"><b>Air susu ibu (ASI)</b> memang makanan terbaik untuk bayi, tapi beberapa alasan medis dapat menyebabkan seorang ibu tak bisa memberikan ASI. Susu sapi pun sering menjadi pilihan namun seringkali menyebabkan alergi. Jika sudah begitu, jangan buru-buru memberikan susu kedelai untuk bayi.</div><a name='more'></a><br />"Yang terbaik untuk bayi tetaplah ASI, tapi ada alasan medis yang membuat ibu tidak bisa memberikan ASI seperti minum obat jangka panjang seperti obat TBC (tuberkulosis). Nah, karena bayi hanya bisa menghisap dan menelan maka diberilah susu pengganti. Dan semakin proteinnya mendekati dengan protein manusia, dipilihlah susu sapi," jelas DR Dr Luciana B Sutanto, MS, SpGK, Dosen Departemen Ilmu Gizi FKUI-RSCM, dalam acara temu media di Hong Kong Cafe, Jakarta, Selasa (21/2/2012).<br /><br />Tapi karena protein susu sapi lebih tinggi dibandingkan ASI (protein manusia), maka susu sapi sering menyebabkan alergi pada bayi.<br /><br />"Kalau bayi di bawah 6 bulan alergi susu sapi, jangan langsung diberi susu kedelai. Susu kedelai hanya boleh diberikan untuk bayi di atas usia 6 bulan, karena proteinnya nabati dan tidak selengkap pada protein hewani. Susu kedelai juga tidak mengandung kolesterol yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan organ-organnya. Tapi memang yang ideal tetap ASI," lanjut DR Luciana.<br /><br />DR Dr Zakiudin Munasir, SpA (K) menyatakan rekomendasi dari berbagai organisasi dunia seperti US NIAID, EAACI, French society of pediatrics, American Academy of Pediatric (AAP) menekankan, bayi yang berisiko tinggi alergi (dengan orangtua atau saudara kandung memiliki alergi) risiko alerginya dapat dicegah dengan susu formula terhidrolisa (proteinnya sudah dipecah) yang sudah terbukti manfaatnya.<br /><br />Salah satu susu formula terhidrolisa yang telah diteliti manfaatnya adalah susu dengan protein whey yang terhidrolisa secara parsial. Ini berarti susu formula tersebut memiliki protein whey yang dipecah menjadi partikel yang lebih kecil sehingga mengurangi sifat alergenik dari susu sapi.<br /><br />"Untuk pencegahan bisa mengonsumsi susu sapi yang terhidrolisa sebagian (parsial). Untuk anak yang sudah alergi pilih susu sapi yang terhidrolisa banyak (ekstensif)," tutur DR Dr Zakiudin Munasir, SpA (K), Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.<br /><br />DR Zaki menyatakan susu kedelai hanya sebagai alternatif bila orangtua tidak bisa memberikan susu sapi terhidrolisa ekstensif, karena mungkin harganya lebih mahal dan rasanya tidak enak, tapi hanya boleh diberikan untuk bayi di atas usia 6 bulan dan bukan untuk pencegahan.<br /><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Sumber : DetikHealth </div><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/815484510510434268-7128596185087814278?l=www.infosehat49.web.id' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autisme.web.id/bayi-alergi-susu-sapi-jangan-langsung-diberi-susu-kedelai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>Penyebab Gairah Seks Perempuan Hilang Setelah Punya Anak</title>
		<link>http://autisme.web.id/penyebab-gairah-seks-perempuan-hilang-setelah-punya-anak/</link>
		<comments>http://autisme.web.id/penyebab-gairah-seks-perempuan-hilang-setelah-punya-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 01:47:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>health</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[akan]]></category>
		<category><![CDATA[atau]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[bisa]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[dopamin]]></category>
		<category><![CDATA[dr horowitz]]></category>
		<category><![CDATA[foxnews]]></category>
		<category><![CDATA[frekuensi]]></category>
		<category><![CDATA[gairah seks]]></category>
		<category><![CDATA[hal]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[jahitan]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi]]></category>
		<category><![CDATA[menuturkan]]></category>
		<category><![CDATA[secara]]></category>
		<category><![CDATA[seksual]]></category>
		<category><![CDATA[sexual wellness]]></category>
		<category><![CDATA[tapi]]></category>
		<category><![CDATA[untuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autisme.web.id/?guid=ac17e205d723ea0c4ba0f1086571e136</guid>
		<description><![CDATA[Memiliki anak adalah hal yang sangat menakjubkan dan menyenangkan, tapi pada beberapa perempuan memiliki anak justru membuat gairah seksnya berkurang. Apa yang menurunkan gairah seks ini?Beberapa hal bisa menjadi penyebab berkurangnya gairah seksual, m...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-DR0e9lNkcEc/T0RJDFyRObI/AAAAAAAAA7A/f-IQZmkAFNc/s1600/gairahmenurun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-DR0e9lNkcEc/T0RJDFyRObI/AAAAAAAAA7A/f-IQZmkAFNc/s200/gairahmenurun.jpg" width="177" /></a></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit; font-size: small;">Memiliki anak adalah hal yang sangat menakjubkan dan menyenangkan, tapi pada beberapa perempuan memiliki anak justru membuat gairah seksnya berkurang. Apa yang menurunkan gairah seks ini?</span><a name='more'></a><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">Beberapa hal bisa menjadi penyebab berkurangnya gairah seksual, mulai dari masalah fisik hingga psikilogis. Dr Renee Horowitz, direktur Center for Sexual Wellness di Farmington Hills menuturkan kondisi ini bisa terjadi pada perempuan baik yang melahirkan secara normal maupun caesar.</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">"Frekuensi seks akan menurun dalam 1 tahun pertama setelah melahirkan, berkurangnya keinginan untuk bercinta ini umumnya berlangsung selama 6-8 minggu," ujar Dr Horowitz, seperti dikutip dari<em> Foxnews,</em> Selasa (21/2/2012).</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">Dr Horowitz memberikan beberapa hal yang menjadi penyebab turunnya gairah seks seorang perempuan setelah ia melahirkan yaitu:</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;"><strong>1. Hormon</strong></span><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">Alasan utama dari kondisi ini adalah hormon, kadar prolaktin akan meningkat yang memungkinkan ibu untuk menyusui. Tapi hal ini berpengaruh pada menurunnya tingkat dopamin yang membuat gairah seks berkurang.</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;"><strong>2. Perubahan bentuk tubuh</strong></span><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">Selama hamil bentuk tubuh perempuan pasti akan berubah, dan umumnya kondisi ini masih terjadi setelah ia melahirkan. Perubahan bentuk tubuh ini akan membuat perempuan tidak merasa seksi atau percaya diri, sehingga membuatnya malas bercinta.</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;"><strong>3. Rasa sakit selama berhubungan seks</strong></span><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">Dr Horowitz menuturkan secara fisik lebih dari separuh perempuan mengalami rasa sakit selama berhubungan seksual pertama kali setelah melahirkan. Kondisi ini paling sering terjadi pada ibu yang melahirkan secara normal dan dibantu oleh forcep atau vakum ekstraksi saat mengeluarkan bayi.</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">"Trauma perineum menjadi penyebab paling umum dari rasa sakit ini. Sekitar 21 persen terjadi jika ada jahitan dan 40 persen terjadi pada ibu yang mendapatkan episiotomi (pengguntingan jalan lahir)," ungkapnya.</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;"><strong>4. Menyusui</strong></span><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">Menyusui bisa memicu penurunan kemampuan perempuan untuk terangsang secara seksual karena dinding vagina lebih tipis akibat perubahan hormon. Pada beberapa orang bisa menyebabkan orgasme yang kurang intens.</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">"Secara umum tidak ada efek jangka panjang dari kondisi ini. Tapi jika ada, Anda sebaiknya membicarakan hal ini dengan dokter kandungan agar tidak merusak kehidupan seksual Anda," ujar Dr Horowitz.</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">Meski begitu, bukan berarti perempuan tidak bisa menikmati seks setelah melahirkan. Dr Horowitz menuturkan ada hal-hal yang bisa dilakukan oleh pasangan, salah satunya adalah melakukan gerakan secara perlahan dan lembut.</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">Selain itu faktor kelelahan yang dialami perempuan dalam mengurus bayi yang baru lahir juga turut mempengaruhi. Tak ada salahnya membagi tugas dengan pasangan serta jujur satu sama lain karena tidak semua orang bisa membaca atau mengetahui isi pikiran seseorang.</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">"Sangat penting bagi pasangan mengukir waktu bersama. Dalam hal ini tidak selalu tentang seks, tapi yang terpenting menjalin keintiman seperti menyentuh, mencium, memegang atau hal-hal romantis lainnya," ungkapnya.</span><br /><br /><span style="font-family: inherit; font-size: small;">Dr Horowitz menuturkan hanya 12-14 persen pasangan yang tidak mengalami masalah seksual setelah melahirkan (sexual problems postpartum). Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak sendiri, untuk itu jangan menutup diri satu sama lain dan romantisme serta keintiman harus tetap dijaga.</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit; font-size: small;">&nbsp;</span></div><div style="text-align: justify;"><span style="font-family: inherit; font-size: small;">Sumber : detikHealth </span></div><div style="font-family: inherit; text-align: justify;"><span class="fullpost" style="font-size: small;"> </span></div><div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/815484510510434268-5852537862539266949?l=www.infosehat49.web.id' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autisme.web.id/penyebab-gairah-seks-perempuan-hilang-setelah-punya-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>4 Prinsip Penularan HIV</title>
		<link>http://autisme.web.id/4-prinsip-penularan-hiv/</link>
		<comments>http://autisme.web.id/4-prinsip-penularan-hiv/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 21:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>health</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autisme.web.id/?guid=031ef476c70ac5431d3fed1795ea61f9</guid>
		<description><![CDATA[Human imunodefisiensi virus (HIV) ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, sperma, cairan vagina, atau air susu ibu.Menurut penjelasan dr.Ekarini Aryasatiani, Sp....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-ijKUBNQNak4/TtgxGYq7tiI/AAAAAAAABTk/0mOYF-eXMIk/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"><img border="0" height="266" width="189" src="http://3.bp.blogspot.com/-ijKUBNQNak4/TtgxGYq7tiI/AAAAAAAABTk/0mOYF-eXMIk/s400/images.jpg" /></a></div>Human imunodefisiensi virus (HIV) ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, sperma, cairan vagina, atau air susu ibu.<br /><br />Menurut penjelasan dr.Ekarini Aryasatiani, Sp.OG, dari RSUD Tarakan Jakarta Pusat, secara umum ada 4 prinsip penularan HIV, yakni:<br /><br /><b>1. Exit</b>. Ini berarti virus harus keluar dari tubuh orang yang terinfeksi, baik melalui hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi.<br /><br /><b>2. Survive</b>. Untuk dapat menularkan HIV, virus harus bisa bertahan hidup di luar tubuh.<br />"Virus ini tidak bisa bertahan lama di luar tubuh. Untuk peralatan kedokteran yang dipakai dan menyentuh darah pasien positif HIV biasanya direndam dalam larutan klorin 0,5 persen virusnya akan mati," paparnya.<br /><br /><b>3. Sufficient</b>. Hal ini berarti jumlah virusnya harus cukup untuk dapat menginfeksi.<br />"Jika virusnya hanya sedikit tidak akan berpengaruh. Karena itu jangan percaya dengan orang yang menakut-nakuti ada tusuk gigi atau jarum di tempat umum yang berasal dari orang positif HIV, selain jumlah virusnya sangat sedikit, pasti virusnya juga sudah mati," paparnya.<br /><br /><b>4. Enter</b>. Berarti virusnya harus masuk ke tubuh orang lain melalui aliran darah. Hal ini berarti melalui pertukaran darah antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin atau menyusui, hubungan seksual, baik anal atau vaginal, serta alat tusuk tidak steril yang menembus kulit.<br /><br />Hubungan seksual yang berpotensi menularkan HIV berlaku bagi semua pasangan apabila salah satunya positif mengidap HIV, baik pasangan homoseksual, heteroseksual, mau pun biseksual, baik di dalam atau di luar perkawinan.  <br /><br />sumber: kompas<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2353035025819032773-2794346408224050307?l=sehat-itu-healthy.blogspot.com' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autisme.web.id/4-prinsip-penularan-hiv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>Sate Pusut</title>
		<link>http://autisme.web.id/sate-pusut/</link>
		<comments>http://autisme.web.id/sate-pusut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 20:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>health</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autisme.web.id/?guid=d8b412e5daf4ee66db5edac2648436fc</guid>
		<description><![CDATA[ Bahan: 500 gr daging has6 lbr daun jeruk, iris tipis2 sdt air jeruk nipis150 ml santan1 sdt garam1 sdt gula merah1/2 sdt lada Haluskan: 8 bh bawang merah4 siung bawang putih6 bh cabai merah1 sdt ketumbar Cara membuat: Potong daging, iris tipis selebar...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://resep-masak.com/wp-content/uploads/2009/02/sate-pusut.jpg" mce_href="http://resep-masak.com/wp-content/uploads/2009/02/sate-pusut.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1116" title="sate-pusut" src="http://resep-masak.com/wp-content/uploads/2009/02/sate-pusut.jpg" mce_src="http://resep-masak.com/wp-content/uploads/2009/02/sate-pusut.jpg" alt="Sate Pusut" height="200" width="200" /></a></p> <p><b>Bahan:</b></p> <ul><li>500 gr daging has</li><li>6 lbr daun jeruk, iris tipis</li><li>2 sdt air jeruk nipis</li><li>150 ml santan</li><li>1 sdt garam</li><li>1 sdt gula merah</li><li>1/2 sdt lada</li></ul> <p><b>Haluskan:</b></p> <ul><li>8 bh bawang merah</li><li>4 siung bawang putih</li><li>6 bh cabai merah</li><li>1 sdt ketumbar</li></ul> <p><b>Cara membuat:</b></p> <ol><li>Potong daging, iris tipis selebar 3 cm, pukul-pukul sampai melebar.</li><li>Aduk daging dengan bumbu halus, santan, daun jeruk, garam, dan lada, aduk rata.</li><li>Diamkan selama 15 menit.</li><li>Tusukkan daging 3-4 potong ke dalam tusukan sate.</li><li>Bakar sate sampai matang.</li></ol> <p>resep: Nuraini W</p><div class="blogger-post-footer"><a href='http://resep-masakan-sehat.blogspot.com/'>Resep Masak Sehat</a><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8335336758591711674-2703548795622224694?l=resep-masakan-sehat.blogspot.com' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autisme.web.id/sate-pusut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ancaman Stroke dari Ikan yang Digoreng</title>
		<link>http://autisme.web.id/ancaman-stroke-dari-ikan-yang-digoreng/</link>
		<comments>http://autisme.web.id/ancaman-stroke-dari-ikan-yang-digoreng/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 17:09:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autisme.web.id/ancaman-stroke-dari-ikan-yang-digoreng/</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 26/12/2010 12:04 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Birmingham, Ikan memang makanan yang sangat bermanfaat untuk tubuh karena banyak mengandung omega-3. Tapi untuk mengonsumsi ikan sebaiknya jangan digoreng, karena keseringan makan ikan yang digoreng dapat memicu stroke. Keseringan makan ikan goreng telah memicu pandemi stroke di Amerika Serikat bagian selatan, antara lain di Alabama, Arkansas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>		<span>Minggu, 26/12/2010 12:04 WIB </span><br />	
<p><span><strong>Merry Wahyuningsih</strong> - detikHealth</span></p>
<div>
<div></div>
</p></div>
</p>
<p><strong>Birmingham,</strong> Ikan memang makanan yang sangat bermanfaat untuk tubuh karena banyak mengandung omega-3. Tapi untuk mengonsumsi ikan sebaiknya jangan digoreng, karena keseringan makan ikan yang digoreng dapat memicu stroke.
<p>Keseringan makan ikan goreng telah memicu pandemi stroke di Amerika Serikat bagian selatan, antara lain di Alabama, Arkansas, Georgia, Louisiana, Mississippi, North Carolina, South Carolina dan Tennessee.</p>
<p>Di wilayah itu, risiko kematian akibat stroke lebih tinggi daripada di bagian negara lain. Di Alabama, angka kematian stroke 125 per 100.000 orang. Dan <a href="http://us.health.detik.com/index.php?fa=parserads.search&amp;idkanal=755&amp;keyword=OA==&amp;width=280&amp;height=125"><b>penyebab</b></a> utama stroke di wilayah ini adalah konsumsi ikan goreng yang berlebihan.</p>
<p>Penelitian telah menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 pada ikan, terutama lemak ikan, dapat mengurangi risiko stroke. Namun dalam siaran pers American Academy of Neurology (AAN) disebutkan bahwa penelitian lain menunjukkan ikan yang digoreng menyebabkan hilangnya asam lemak alami, sehingga justru dapat memicu serangan stroke.</p>
<p>Penelitian baru tersebut dilakukan oleh REGARDS (Reasons for Geographic And Racial Differences in Stroke) yang dipimpin George Howard, Dr PH, dari Universitas Alabama di Birmingham.</p>
<p>Dalam penelitian tersebut, REGARDS mempelajari 21.675 orang di atas usia 45 tahun antara Januari 2003 hingga Oktober 2007, dan terus mengikuti partisipan dan mengawasi kesehatannya.</p>
<p>Hasilnya, 1 dari 4 partisipan yang mengonsumsi dua atau lebih ikan non-goreng per minggu, memiliki 17 persen risiko stroke yang lebih rendah dibandingkan partisipan yang tidak makan ikan sama sekali.</p>
<p>Sedangkan partisipan yang makan ikan goreng dua porsi atau lebih ikan goreng memiliki risiko stroke 30 persen lebih besar dibandingkan dengan partisipan yang tidak makan ikan.</p>
<p>"Perbedaan dalam porsi dan cara pengolahan ikan dapat menjadi salah satu alasan yang mungkin untuk perbedaan rasial dan geografis dalam insiden stroke dan kematian," jelas Fadi Nahab, MD dari Emory University, dalam rilis yang dikeluarkan AAN, dilansir <em>Medindia</em>, Minggu (26/12/2010).</p>
<p>Penelitian yang didukung National Institute of Neurological Disorders and Stroke, National Institutes of Health dan Department of Health and Human Services ini telah dipublikasikan dalam jurnal kesehatan online <em>AAN Neurology</em> pada 22 Desember 2010.</p>
<p>(<strong>mer/ir</strong>)</p>
<p></p>
</p>
<div>Komentar terkini (3 Komentar)</p>
<div>
                        <!-- sharemenu --></p>
<div>
                            <a href="http://health.detik.com/">Tutup</a></p>
<div>
<h3><a href="http://facebook.com"> </a> Share to Facebook:</h3>
<div>
<p>You are redirected to <em>Facebook</em></p>
</div></div>
<div>
<h3><a href="http://facebook.com"> </a> Share to Twitter:</h3>
<div>
<p>You are redirected to <em>Twitter</em></p>
</div></div>
<div>
<h3><a href="http://mail.yahoo.com"> </a> Share via Email:</h3>
<p>Share via Email</p>
<p>
                            </div>
<div>
<div>
<p><img alt="loading" src="http://us.health.detik.com/image/sharepreloading.gif" />Sending your message</p>
</div></div>
<div>
<div>
<p>Message has successfully sent</p>
</div></div>
<div>
<div>
<p>An Error has Occured</p>
</div></div>
</p></div>
</p></div>
<p><!-- baca ini juga--><br />
            <!--end baca ini juga--></p></div>
</p></div>
</div>
<p><a href="http://www.wizardrss.com"><b>Powered by WizardRSS</b></a> | <a href="http://www.envisioncore.com"><b>Work At Home Jobs</b></a></p>
<p id="ops"><small>Originally posted. December 27, 2010</small></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autisme.web.id/ancaman-stroke-dari-ikan-yang-digoreng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coping with your liver spots</title>
		<link>http://autisme.web.id/coping-with-your-liver-spots/</link>
		<comments>http://autisme.web.id/coping-with-your-liver-spots/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 09:06:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autisme.web.id/coping-with-your-liver-spots/</guid>
		<description><![CDATA[If you are dealing with a Liver spot and you are quite concerned about this, then you will not have to worry about that too much, as you will be able to easily get rid of your problem if you will take the right steps. There are many treatments out there that you can benefit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>If you are dealing with a Liver spot and you are quite concerned about this, then you will not have to worry about that too much, as you will be able to easily get rid of your problem if you will take the right steps. There are many treatments out there that you can benefit from and if you want to be in for them, you will just need to dedicate some time to getting rid of your condition by delving into the online community forums and finding out the best cures for it. With the coming of age, it is quite normal that you will get to be affected by many conditions.</p>
<p> </p>
<p>In elder people for example, the overexposure to the UV lights from the sun can cause in elder people problems like Age spots, Pigmentation problems, Chloasma, Melasma, Seborrheic keratosis, Actinic Keratosis and Keratosis. If you discovered an age spot on your skin, then you will need to get in touch with your doctor and cure it as soon as possible.</p>
<p> </p>
<p>People that are over 40 years old of age, will also have problems with the regeneration of their skin, as it will take more time for it to cure itself. Thus, when it comes to the damage of the sun, the skin will not have the same healing speed and thus its discoloration will cause many problems, most of the times those problems being liver spots. This is a condition that will not affect your health, instead, it will just affect your look and for some people, looks are everything and they will try anything to remove these spots. The removal process is actually quite simple.</p>
<p> </p>
<p>Because this condition is mostly caused by the overexposure to the sun, you just need to have the production of melanin controlled. You ought to know that the pigment of the skin is the one that is responsible for any changes in the skin's color.</p>
<p> </p>
<p>The first step you need to take is to reduce the melanin content in your body. There are many skincare products that will help you a lot in this regard. If you will use the right ones, you can kiss your spots good bye in just a few days. So what products can you use?</p>
<p> </p>
<p>Creams are very much recommended and when using one, get one that has the Extrapone Nutgrass ingredient in it. It has a very powerful lightening effect which will inhibit and control the production of melanin. Your skin will get whitened in no time and its color will change back to what it was before you contacted the condition.</p>
<p> </p>
<p>Make sure to visit us if you would like to know more about <strong><a rel="nofollow" href="http://www.ag3derm.com">Liver spots</a></strong> please visit us - <strong><a rel="nofollow" href="http://www.ag3derm.com">Liver Spot</a></strong>.</p>
</p></div>
</div>
<p><a href="http://www.aiowebmaster.com"><b>Webmaster Forum</b></a> | <a href="http://www.aiowebmaster.com/forum-12.html"><b>SEO Forum</b></a> | <a href="http://www.aiowebmaster.com/forum-7.html"><b>Coding Forum</b></a> | <a href="http://www.aiowebmaster.com/forum-8.html"><b>Graphics Forum</b></a></b></a></p>
<p id="bte_opp"><small>Originally posted 2011-01-13 03:22:19. </small></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autisme.web.id/coping-with-your-liver-spots/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sandwich Gulung</title>
		<link>http://autisme.web.id/sandwich-gulung/</link>
		<comments>http://autisme.web.id/sandwich-gulung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 08:21:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>health</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autisme.web.id/?guid=8294062cd393038873e1dc88958b22a9</guid>
		<description><![CDATA[Bahan :12 lembar roti tawar, buang sisinya50 gram mentega 6 lembar daging asap6 lembar kejuCara membuat :Ambil roti, olesi dengan mentega selembar demi selembarLetakkan selembar daging asap dan keju, lalu gulung padat. Bungkus dengan plastik clingwrap ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<strong></strong><span style="font-weight: bold;">Bahan :</span><br /><ul><li>12 lembar roti tawar, buang sisinya</li><li>50 gram mentega </li><li>6 lembar daging asap</li><li>6 lembar keju</li></ul><br /><span style="font-weight: bold;">Cara membuat :</span><br /><ol><li>Ambil roti, olesi dengan mentega selembar demi selembar</li><li>Letakkan selembar daging asap dan keju, lalu gulung padat. Bungkus dengan plastik clingwrap dan letakkan di atas wadah, lakukan hal yg sama hingga daging asap habis.</li><li>Masukkan dalam lemari es selama 1 jam, panaskan oven hingga 200 ° C</li><li>Keluarkan gulungan dari dalam lemari es, buka plastiknya dan potong menjadi 2 bagian</li><li>Panggang selama 10 menit hingga kering dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat dan hidangkan segera dalam keadaan hangat</li></ol><br />Untuk : 24 potong<div class="blogger-post-footer"><a href='http://resep-masakan-sehat.blogspot.com/'>Resep Masak Sehat</a><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8335336758591711674-1658580584808508472?l=resep-masakan-sehat.blogspot.com' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autisme.web.id/sandwich-gulung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Optometry Coding: Has a Broken Payment Pact Come to a Conclusion?</title>
		<link>http://autisme.web.id/optometry-coding-has-a-broken-payment-pact-come-to-a-conclusion/</link>
		<comments>http://autisme.web.id/optometry-coding-has-a-broken-payment-pact-come-to-a-conclusion/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 20:37:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autisme.web.id/optometry-coding-has-a-broken-payment-pact-come-to-a-conclusion/</guid>
		<description><![CDATA[Orlando, FL — November 04, 2008 — It is no surprise that medical coders and billers are essential to the success of every practice. A well-prepared coding and billing staff will deliver careful chart examination, accurate code selection, cleaner claims, fewer denials, and enhanced revenue. Webmaster Forum &#124; SEO Forum &#124; Coding Forum &#124; Graphics [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>Orlando, FL — November 04, 2008 — It is no surprise that medical coders and billers are essential to the success of every practice.  A well-prepared coding and billing staff will deliver careful chart examination, accurate code selection, cleaner claims, fewer denials, and enhanced revenue.</p>
</p></div>
</div>
<p><a href="http://www.aiowebmaster.com"><b>Webmaster Forum</b></a> | <a href="http://www.aiowebmaster.com/forum-12.html"><b>SEO Forum</b></a> | <a href="http://www.aiowebmaster.com/forum-7.html"><b>Coding Forum</b></a> | <a href="http://www.aiowebmaster.com/forum-8.html"><b>Graphics Forum</b></a></b></a></p>
<p id="bte_opp"><small>Originally posted 2011-01-17 18:38:11. </small></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autisme.web.id/optometry-coding-has-a-broken-payment-pact-come-to-a-conclusion/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nasi Ikan Asin Claypot</title>
		<link>http://autisme.web.id/nasi-ikan-asin-claypot/</link>
		<comments>http://autisme.web.id/nasi-ikan-asin-claypot/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 20:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>health</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autisme.web.id/?guid=17cf4a321e6c47dd5313fb29a14960b9</guid>
		<description><![CDATA[Ukuran porsi: 6 orangBahan:2 sendok makan minyak sayur75 gram bawang bombay, cincang kasar2 siung bawang putih, cincang2 cm jahe, iris tipis200 gram daging ayam, potong ukuran 2 cm x 1 cm400 gram beras, cuci, tiriskan1 liter kaldu ayam3 sendok makan sa...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="font-weight: bold;">Ukuran porsi: 6 orang</span><br /><br /><span style="font-weight: bold;">Bahan:</span><br /><ul><li>2 sendok makan minyak sayur</li><li>75 gram bawang bombay, cincang kasar</li><li>2 siung bawang putih, cincang</li><li>2 cm jahe, iris tipis</li><li>200 gram daging ayam, potong ukuran 2 cm x 1 cm</li><li>400 gram beras, cuci, tiriskan</li><li>1 liter kaldu ayam</li><li>3 sendok makan saus tiram</li><li>2 sendok makan kecap asin</li><li>1 sendok makan kecap manis</li><li>1 sendok teh arak masak</li><li>1/2 sendok teh minyak wijen</li><li>1/2 sendok teh merica bubuk</li><li>1/2 sendok teh garam</li><li>6 buah jamur hioko, rendam dalam air hangat hingga lunak, iris kasar</li><li>75 gram paprika merah, iris tipis membujur</li><li>100 gram ikan asin gabus, potong ukuran 2 cm x 1 cm, goreng</li><li>1 sendok makan bawang putih goreng</li></ul><br /><span style="font-weight: bold;">Cara membuat:</span><br /><ol><li>Panaskan minyak sayur dalam claypot, lalu masukkan bawang bombay, bawang putih, dan jahe, tumis hingga harum dan layu.</li><li>Masukkan daging ayam, aduk rata, masak hingga daging kaku dan berubah warna, lalu masukkan beras, aduk rata hingga beras terlumuri minyak.</li><li>Masukkan kaldu ayam, saus tiram, kecap asin, kecap manis, arak masak, minyak wijen, merica bubuk, dan garam, aduk rata, masak hingga mendidih, lalu tutup claypot, kecilkan api, masak hingga nasi setengah matang.</li><li>Tambahkan jamur hioko dan paprika merah, aduk rata, masak hingga matang seluruhnya, lalu taburi dengan ikan asin gabus dan bawang putih goreng di atasnya, angkat.</li></ol><div class="blogger-post-footer"><a href='http://resep-masakan-sehat.blogspot.com/'>Resep Masak Sehat</a><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8335336758591711674-4376274615905680388?l=resep-masakan-sehat.blogspot.com' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autisme.web.id/nasi-ikan-asin-claypot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>95 Persen Kasus TB Bisa Disembuhkan</title>
		<link>http://autisme.web.id/95-persen-kasus-tb-bisa-disembuhkan/</link>
		<comments>http://autisme.web.id/95-persen-kasus-tb-bisa-disembuhkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 09:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>health</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[karena]]></category>
		<category><![CDATA[kuman]]></category>
		<category><![CDATA[multi drugs]]></category>
		<category><![CDATA[namun]]></category>
		<category><![CDATA[Obat]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[sering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://autisme.web.id/?guid=822ac0a520a89923dc4e9a9fce129ab2</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 95 persen kasus Tuberkulosis dapat disembuhkan. Namun hal ini sangat bergantung dari keakuratan diagnosis, rejimen pengobatan dan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sampai tuntas.Demikian disampaikan oleh, Dyah Erti Mustikawati, Kepal...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-1yz3s-K4nXk/T0IRKdeVPrI/AAAAAAAABWQ/uAmrC4z-1CA/s1600/duo98529c.png" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"><img border="0" height="200" width="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-1yz3s-K4nXk/T0IRKdeVPrI/AAAAAAAABWQ/uAmrC4z-1CA/s400/duo98529c.png" /></a></div>Sebanyak 95 persen kasus Tuberkulosis dapat disembuhkan. Namun hal ini sangat bergantung dari keakuratan diagnosis, rejimen pengobatan dan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sampai tuntas.<br /><br />Demikian disampaikan oleh, Dyah Erti Mustikawati, Kepala Sub Bidang Direktorat Pengendalian Penyakit Tuberulosis, saat jumpa pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jumat (17/2/2012).<br /><br />Permasalahan yang sering ditemui,  kata Dyah, masih banyak pasien TB (tuberkulosis) yang melakukan pengobatan bukan pada tempatnya dan bukan di tempat layanan kesehatan yang sudah di siapkan oleh pemerintah.<br /><br />"Untuk pasien TB yang unreported ini kita tidak tahu apakah mereka sudah memperoleh layanan sesuai standar atau tidak. Tapi kelihatannya, ada kecenderungan tidak sesuai dengan standar," cetusnya.<br /><br />Untuk mengatasi hal itu, Dyah mengaku sedang mencoba melakukan pendekatan ke berbagai rumah sakit dengan membuat suatu regulasi dalam bentuk akreditasi. Artinya, pelayanan tuberkulosis akan menjadi salah satu standar pelayanan minimal di setiap rumah sakit.  "Jadi kedepannya, rumah sakit arahnya akan melakukan layanan TB, meski tidak semuanya," ucapnya.<br /><br />Dengan adanya pelayanan yang terstruktur, diharapkan pasien TB akan memperoleh standar pengobatan sebagaimana mestinya dan sesuai dengan tatalaksana yang berlaku.<br /><br />Dyah juga menyoroti faktor-faktor lain yang menghambat proses kesembuhan pasien TB, salah satunya adalah ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.  "Kalau hasil diagnosis sudah benar dan diobati dengan benar tapi pasien tidak patuh berobat, juga bisa mencetuskan resistensi obat," ucapnya.<br /><br />Pengobatan Tuberkulosis berlangsung cukup lama yaitu setidaknya 6 bulan dan selanjutnya dievaluasi oleh dokter apakah perlu dilanjutkan atau berhenti. Karena pengobatan yang cukup lama seringkali membuat pasien putus berobat atau menjalankan pengobatan secara tidak teratur, kedua hal ini ini fatal akibatnya yaitu pengobatan tidak berhasil dan kuman menjadi kebal disebut MDR (multi drugs resistance).<br /><br />Menurut Dyah, ada sekitar 300 ribu kasus TB baru di Indonesia setiap tahunnya. Sementara untuk pasien yang resisten obat anti Tuberkulosis diperkirakan ada 6100 orang setiap tahunnya. Hal ini pada akhirnya membuat biaya pengobatan menjadi berlipat dan lebih sulit dalam pengobatannya.<br /><br />"Jadi banyak faktor yang berpengaruh pada resistensi tidak hanya dari segi program, tapi juga dari pasien sendiri," jelasnya.<br /><br />Saat ini, lanjut Dyah, sebanyak 98 persen Puskesmas sudah mampu untuk melayani pasien dengan TB. Tapi sayangnya, belum semua masyarakat yang mau berobat kesana. Bahkan, sekarang ini sebagian besar biaya pengobatan penyakit TB sudah ditanggung dana publik, yaitu dana Global Fund dan dana Pemerintah alias gratis.<br /><br />"Anggaran setiap tahun yang dikeluarkan sekitar 100 milyar," jelasnya.<br /><br />Dalam memerangi penyebaran Tuberkulosis terutama pada anak anak yang masih rentan daya tahan tubuhnya, pemerintah sejauh ini telah memasukkan Imunisasi Tuberkulosis pada anak yang disebut sebagai Imunisasi BCG sebagai salah satu program prioritas imunisasi wajib nasional.<br /><br />Tuberkulosis atau TB (dulu disebut TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang tersering di Indonesia.  Keterlambatan dalam menegakkan diagnosa dan ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan mempunyai dampak yang besar karena pasien Tuberkulosis akan menularkan penyakitnya pada lingkungan, sehingga jumlah penderita semakin bertambah.<br /><br />sumber: kompas<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2353035025819032773-2105917235860372573?l=sehat-itu-healthy.blogspot.com' alt='' /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://autisme.web.id/95-persen-kasus-tb-bisa-disembuhkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.554 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-22 12:56:24 -->
<!-- Compression = gzip -->
