Alergi Parfum
VIVAnews - Semprotan parfum tergolong jarang menyebabkan alergi. Namun, ada kalanya parfum bisa menimbulkan reaksi pada kulit. Hal ini bisa terjadi akibat komponen individual yang menyebabkan alergi.Seperti dikutip dari laman dailymail.co.uk, masalah alergi parfum memang sangat sulit dijabarkan, mengingat parfum merupakan campuran bahan kimia yang berbeda dan terkadang juga menyertakan bahan-bahan alami. Efeknya bisa sangat berbeda.
Namun, jika reaksi alergi parah seperti beberapa orang mengalami kesulitan bernapas, mual atau atau menimbulkan ruam, ini yang perlu diwaspadai. Roja Dove, pakar parfum ternama dan pendiri Haute Parfumerie, memberikan saran.
"Jika Anda memiliki alergi atau intoleransi terhadap wewangian, sebaiknya jangan menerapkannya langsung ke kulit. Semprotkan dalam lapisan jaket atau atau pakaian. Dan, pastikan semprotan Anda dari jarak jauh.”
Dan, menurut Dove, tidak semua parfum menimbulkan reaksi sama pada kulit. Jika alergi pada satu merk parfum, belum tentu Anda alergi pada jenis parfum lainnya.
Jadi, sebelum memberi parfum, cobalah usapkan sedikit pada bagian leher Anda, setelah itu tunggu reaksinya. Jika kulit terasa panas atau gatal, kemungkinan Anda alergi terhadap parfum tersebut. Jika sudah begitu, mungkin Anda perlu berburu merk parfum lainnya.
taken from http://id.news.yahoo.com/viva/20100708/tls-alergi-parfum-34dae5e.html
Obat Rambut Rontok
Memilih Obat Rambut Rontok yang Tepat
Rambut rontok memang sebuah masalah besar bagi banyak orang baik wanita maupun pria. Bagi pria terutama, rambut rontok bisa menyebabkan ketidakpercayaan diri karena menimbulkan kebotakan. Banyak obat rambut rontok beredar di pasaran dengan harga beragam. Kenapa tak mencoba obat rambut rontok secara alami bila memungkinkan.
Obat Rambut Rontok Alami
Kenapa memilih yang alami?
Berikut ini adalah beberapa alasannya:
- Yang mengandung bahan kimia sudah pasti memiliki efek samping sekalipun hanya sedikit. Sedangkan obat rambut rontok yang alami lebih sehat daripada yang tidak.
- Obat rambut rontok alami lebih murah tentunya karena bisa dibuat sendiri
- Obat rambut rontok buatan harganya beragam. Yang bagus biasanya memang sangat mahal dan tak semua orang bisa menjangkaunya. Berbeda dengan obat rambut rontok yang alami.
Kendala Membuat Obat Rambut Rontok Alami
Meski demikian, masih banyak orang yang memilih obat rambut rontok berbahan kimia daripada yang alami, dengan alasan:
- Lebih praktis
- Tidak tahu bagaimana cara membuat obat rambut rontok yang buatan
- Sibuk sehingga tidak memiliki waktu untuk membuat obat rambut rontok yang alami
Cara Membuat Obat Rambut Rontok Alami
Bagaimana cara membuat obat rambut rontok alami? Berikut ini adalah beberapa langkah- langkah yang bisa dilakukan:
- Bahan- bahan yang bisa digunakan: kemiri, jeruk nipis, seledri, dan lidah buaya
- Bersihkan bahan- bahan tersebut
- Iris kecil- kecil
- Tumbuk atau blender. Tapi akan lebih baik bila ditumbuk.
- Peras hingga keluar airnya
- Ambil airnya dan buang ampasnya
Mudah bukan.
Cara Pemakaian Obat Rambut Rontok Alami
- Berikutnya adalah bagaimana cara pemakaian obat rambut rontok yang baru saja dibuat tersebut?
- Sama halnya ketika kita menggunakan shampoo, maka olehkanlah cairan obat rambut rontok tersebut ke dalam rambut kita
- Pijat- pijat kulit kepala agar ramuan obat rambut rontok tersebut bisa merasuk ke akar
- Tunggu beberapa saat
- Keramas
- Sebaiknya obat rambut rontok digunakan sebelum keramas, apalagi untuk obat rambut rontok yang memiliki bau tajam.
Obat rambut rontok bisa diperoleh melalui dua cara, yaitu: alami dan tidak. Namun sebaiknya untuk hasil yang lebih natural tanpa harus menguras kantong, cara alami hendaknya yang dipilih. Bagaimanapun juga, yang alami yang tidak berisiko.
Related posts:
- Tips Mengatasi Rambut Rontok
- Memilih Gaya Rambut Yang Cocok Untuk Anda
- Masker Rambut
- Tips Menyuburkan Rambut
- Tips Menghilangkan Kantung Mata
Penting…! Makan Sesuai Siklus Tubuh Anda
"Anda boleh makan steak, tapi jangan kombinasikan dengan karbohidrat. Meskipun itu roti, kentang goreng, apalagi nasi," kata Erikar Lebang, pelaku food combining dari Jakarta.Erikar yang berbagi informasi mengenai food combining di program 8-11 Show Metro TV mengatakan, meski perpaduan ini lebih mengenyangkan, tapi kombinasi antara protein hewani dan karbohidrat sangat memberatkan organ cerna. Terutama bila anda memakannya saat terjadi 'siklus pembuangan'.
Siklus pembuangan terjadi setiap pukul 04.00 - 12.00. Dimana saat siklus ini berlangsung, tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk membuang sisa metabolisme seperti feses, keringat, nafas, dan urin. Bila energi yang seharusnya dipakai untuk membuang terpaksa dipakai untuk mencerna, maka akan muncul gangguan pencernaan seperti BAB tak lancar.
Secara alami tubuh punya 3 siklus yang selalu terjadi sepanjang hari. Bila anda ingin sehat, makanlah di saat siklus pencernaan terjadi, dan berhenti di siklus penyerapan. Siklus pencernaan terjadi setiap pukul 12.00-20.00, siklus penyerapan terjadi setiap pukul 20.00-04.00, dan siklus pembuangan selalu terjadi setiap pukul 04.00-12.00.
Di pagi hari, saat siklus pembuangan berlangsung, makanlah makanan yang ringan dan tinggi serat seperti buah. Bila muncul rasa lapar, ulangi konsumsi buah hingga proses pembuangan terselesaikan.(she/ipg)
Sumber : She FM Radio
15 Cara Alami Untuk Mencegah Kanker Payudara
Sebetulnya ada 17 cara untuk mengurangi resiko kanker payudara, 2 diantaranya merupakan pencegahan dari segi medis dan sisanya merupakan terapi alternatif.
Adapun pendekatan dari segi medis adalah :
- Obat pencegah kanker payudara.
Perempuan dengan resiko tinggi, yaitu yang survive/selamat dari kanker payudara atau yang setidaknya memiliki hubungan darah dengan penderita kanker (ibu atau saudara perempuannya), bisa mendapatkan terapi Tamoksifen, yang bekerja dengan cara memblokade efek pemicu tumor dari estrogen. - Mastektomi sebelum serangan kanker.
Untuk perempuan dari keluarga dengan resiko genetik yang sangat tinggi, ada suatu mastektomi untuk pencegahan kanker payudara. Memang merupakan suatu pendekatan yang radikal, tetapi kebanyakan berhasil. Mastektomi ini mengangkat jaringan payudara, tapi tidak seluruhnya, sehingga kemungkinan terjadinya kanker masih ada.
- Berolah raga secara teratur.
Penelitian menunjukkan bahwa sejalan dengan menigkatnya aktivitas, maka resiko kanker payudara akan berkurang. Berolah raga akan menurukan kadar estrogen yang diproduksi tubuh sehingga mengurangi resiko kanker payudara. - Kurangi lemak.
Anda tentu sudah sering mendengar pertentangan pendapat mengenai hubungan antara kanker payudara dengan makanan berlemak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah lemak membantu mencegah kanker payudara. Penelitian yang lain menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara lemak dan kanker payudara.. Penelitian terakhir menyatakan bahwa yang lebih penting adalah jenis lemaknya bukan jumlah lemak yang dikonsumsi.
Jenis lemak yang memicu kanker payudara adalah lemak jenuh dalam daging, mentega, makanan yang mengandung susu full-cream (whole-milk dairy foods) dan asam lemak dalam margarin.
Sedangkan jenis lemak yang membantu mencegah kanker payudara adalah lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan salmon dan ikan air dingin lainnya.
Lemak jenuh dalam daging dan produk susu dan asam lemak dalam margarin meningkatkan kadar estrogen dalam darah, sedangkan lemak tak-jenuh dalam minyak zaitun dan asam lemak omega-3 dalam ikan tidak menyebabkan kenaikan kadar estrogen dalam darah. - Bila anda mengkonsumsi daging, jangan dimasak terlalu matang.
Terlepas dari lemak jenuh yang terdapat dalam daging, cara anda memasak daging akan mempengaruhi resiko kanker payudara. Daging-daging yang dimasak/dipanggang menghasilkan senyawa karsinogenik (amino heterosiklik). Semakin lama dimasak, semakin banyak senyawa ini terbentuk. Amino heterosiklik paling banyak terdapat dalam daging bakar yang lapisan luarnya (kulitnya) gosong dan hitam. - Makan lebih banyak buah dan sayuran.
Semakin banyak buah dan sayuran yang dimakan, semakin berkurang resiko untuk semua kanker, termasuk kanker payudara.
Makanan dari tumbuh-tumbuhan mengandung anti-oksidan yang tinggi, diantaranya vitamin A, C, E dan mineral selenium, yang dapat mencegah kerusakan sel yang bisa menjadi penyebab terjadinya kanker. National Cancer Institute (NCI) merekomendasikan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran paling tidak 5 (lima) kali dalam sehari. Tapi harus dihindari buah dan sayuran yang mengandung banyak lemak, seperti kentang goreng atau pai dengan krim pisang. - Mengkonsumsi suplemen anti-oksidan.
Suplemen tidak dapat menggantikan buah dan sayuran, tetapi suatu formula anti-oksidan bisa merupakan tambahan makanan yang dapat mencegah kanker payudara. - Makan lebih banyak serat.
Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, buah dan sayuran juga mengandung banyak serat. Makanan berserat akan mengikat estrogen dalam saluran pencernaan, sehingga kadarnya dalam darah akan berkurang. - Makan lebih banyak tahu dan makanan yang mengandung kedelai.
Makanan-makanan yang berasal dari kedelai banyak mengandung estrogen tumbuhan (fito-estrogen). Seperti halnya tamoksifen, senyawa ini mirip dengan estrogen tubuh, tapi lebih lemah. Fito-estrogen terikat pada reseptor sel yang sama dengan estrogen tubuh, mengikatnya keluar dari sel payudara sehingga mengurangi efek pemicu kanker payudara.
Selain menghalangi estrogen tubuh untuk mencapai sel reseptor, makanan berkedelai juga mempercepat pengeluaran estrogen dari tubuh. - Makan lebih banyak kacang-kacangan.
Selain dalam kedelai, fito-estrogen juga terdapat dalam jenis kacang-kacangan lainnya. - Hindari alkohol.
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa semakin banyak mengkonsumsi alkohol, maka resiko kanker payudara semakin bertambah karena alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam darah. - Perhatikan berat badan anda.
Kenaikan berat badan setiap pon setelah usia 18 tahun akan menambah resiko kanker payudara. Ini disebabkan karena sejalan dengan bertambahnya lemak tubuh, maka kadar estrogen sebagai hormon pemicu kanker payudara dalam darahpun akan meningkat. - Hindari xeno-estrogens.
Xeno-estrogen maksudnya estrogen yang berasal dari luar tubuh.
Perempuan mengkonsumsi estrogen dari luar tubuh terutama yang berasal dari residu hormon estrogenik yang terdapat dalam daging dan residu pesitisida estrogenik. Diduga xeno-estrogen bisa meningkatkan kadar estrogen darah sehingga menambah resiko kanker payudara.
Cara terbaik untuk menghindari xeno-estrogen adalah dengan mengurangi konsumsi daging, unggas (ayam-itik) dan produk susu (whole-milk dairy product).
Tetapi anda tidak perlu khawatir dengan banyak makan buah dan sayuran, karena efek anti-oksidan dan kandungan seratnya lebih banyak daripada efek residu pestisidanya. - Berjemur dibawah sinar matahari.
Meningkatnya angka kejadian kanker kulit (Melanoma maligna) menjadikan kita takut akan sinar matahari. Tetapi sedikit sinar matahari dapat membantu mencegah kanker payudara, karena pada saat matahari mengenai kulit, tubuh membuat vitamin D. Vitamin D akan membantu jaringan payudara menyerap kalsium sehingga mengurangi resiko kanker payudara. Agar bisa memperoleh sinar matahari selama 20 menit/hari, dianjurkan untuk berjalan dibawah sinar matahari pada siang hari atau sore hari. Tetapi bila anda ingin mendapatkan kalsium atau vitamin D tidak dari sinar matahari, anda dapat mencoba mengkonsumsi makanan suplemen. - Jangan merokok.
Merokok akan meningkatkan resiko kanker payudara. - Menyusui/memberikan ASI kepada anak anda
Untuk alasan yang masih belum jelas, menyusui berhubungan dengan berkurangnya resiko kanker payudara sebelum masa menopause. - Pertimbangkan kembali sebelum menggunakan terapi pengganti hormon (Hormone Replacement Therapy = HRT).
Ada beberapa alasan bagus untuk melakukan HRT sesudah masa menopause, yaitu mengurangi resiko penyakit jantung, osteoporosis dan penyakit Alzheimer?s. Tetapi HRT akan menambah resiko kanker payudara. Bicarakan dengan dokter anda dan pertimbangkan resiko-resiko yang mungkin timbul, karena kebanyakan perempuan lebih tinggi resikonya untuk menderita penyakit jantung, daripada kanker payudara.
Terakhir, satu lagi hal yang dapat mempengaruhi resiko terkena kanker payudara adalah stress.
Pesan kami : Jangan terlalu memikirkan resiko kanker payudara anda, tapi lakukanlah sesuatu untuk menguranginya !
