Minat Baca Anak
Beberapa cara meningkatkan minat baca anak.
Ibu, ini ada beberapa tips untuk meningkatkan minat baca anak:
- Bacakan buku untuk anak setiap hari (jadikan kebiasaan).
- Usahakan buku mudah dilihat dan dijangkau oleh anak
- Ajak anak ke tempat yang ada di buku
- Bacakan dengan ekspresi
- Lakukan dengan kegiatan mendongeng.
- Perkenalkan anak pada bacaan-bacaan yg ada di sekitar kita
- Beri kesempatan mengarang
- Libatkan seluruh anggota keluarga
- Ajak anak bereksperimen
- Mulai dengan orangtua membaca
- Hargai buku, berikan sebagai hadiah
- Lakukan dengan gembira [An]
Memang agak susah meningkatkan minat baca pada anak kalau orangtua tidak mulai dari diri sendiri. Tapi kebetulan ada satu cara menarik yang dipakai di sekolah untuk meningkatkan minat baca anak. Di sekolah ada yang namanya Reading Campaign. Anak-anak punya kesempatan 2-3X seminggu untuk pinjam buku dari library, biasanya sehari/dua hari setelah itu anak-anak akan ditanya isi buku yang mereka pinjam. Bentuknya bisa mereka yang diminta untuk mengulang cerita tersebut di depan kelas, ataupun menjawab pertanyaan dari guru seputar isi buku yang dibaca. Bagi yang bisa menjawab atau menceritakan dengan baik, bakal dapat “stamp” di bagian belakang buku harian anak yang memang disediakan untuk catatan buku yang sudah dibaca. Di akhir semester nanti ada pengumuman 10 anak pembaca buku terbanyak dan mereka akan dapat hadiah. Terbukti cara ini efektif sekali memancing minat baca anak-anak, semua jadi berlomba membaca utk mendapatkan sebuah “stamp”.
“You may have tangible wealth untold : Cackets of jewels and coffers of gold Richer than I you can never be – I had a Mother who read to me – Strickland Gillilan – [DN]
Karena suksesnya program ini, kalau tahun yang lalu hanya diadakan sekali, tahun ini program akan secara berkesinambungan dilakukan sepanjang tahun. Dan bukan hanya buku-buku bahasa inggris yang ‘disarankan’ untuk dibaca, tapi juga buku-buku bahasa indonesia akan diperbanyak. DN, di kelas anakku malah ada hadiah tambahan yaitu berupa drink voucher kalau bisa mengumpulkan 20 stamps, kata anakku. Semangat sekali dia, setiap hari pulang dengan laporan : ma, today i got another another stamps, so I have …. stamps now. Padahal drink voucher itu murah sekali, tapi yang penting buat anak-anak adalah penghargaan terhadap usaha mereka. Bagus sekali, Aku juga jadi terpacu juga, tambah rajin membacakan cerita buat anak-anak tiap malam. Biar masih ada kerjaan, biar mata sudah rapat, biar anakku sudah bisa membacakan buat adiknya, aku tetap usahakan membacakan buat mereka [Stl]
Wah, di Jakarta rasanya sekolahnya bagus ya? Sekolah di Surabaya sepertinya belum terlalu menekankan pada minat baca anak. Aku sendiri kan punya toko buku dan mainan anak di rumah, tapi susah sekali kalau mau jual buku, yang laku selalu mainan. Kalau ditawari buku biasanya mamanya selalu bilang belum bisa baca, atau takut disobek, dan lain-lain. Pokoknya susah sekali kalau memasarkan buku. Paling-paling yang laku buku mewarna atau komik. Di Surabaya juga jarang ada pameran buku anak atau semacamnya. Padahal pengalamanku sendiri, buku bisa membuat anak lebih tenang, tidak rewel. Kalau aku lagi repot, biasanya anakku aku kasih buku, biar belum bisa baca tapi dia suka lihat gambarnya, dan itu sudah cukup untuk membuat dia sibuk [Crln]
26-10-2005 11:46:42
Related posts:
ASI Ekslusif 6 Bulan
Seputar ASI Ekslusif, mulai dari pompa, kiat-kiat pemberian ASI hingga peralihan ke makanan padat.
Tanya:
Kalau mau pompa asi di kantor, kan mestinya lebih dari 1x, lalu, kalau mau mensterilkan pompanya pakai apa ? [Ev]
Jawab:
Aku tidak pakai pompa, pompaku karetnya hilang, lalu karena informasi dari ibus DI pula aku jadi pakai tangan, dan enak sekali, modalnya hanya sabun, air dan handuk kecil buat cuci tangan. Jadi sterillah tanganku. [Vl]
Aku tidak pakai pompa, cukup pakai tangan. Sebelum mulai, tangannya dicuci dulu pakai sabun. [Fn]
Kebetulan aku pakai tangan mompanya, jadi tidak repot sama urusan steril2 pompanya, dulu anak pertama sempat pakai pompa sebentar tapi hasilnya tidak sebanyak pakai tangan. [Lk]
Pengalamanku waktu anak pertama aku juga pakai pompa malah sekitar aerolaku luka, akhirnya pakai tangan lebih efektif. [Im]
Aku dulu tidak bisa pakai pompa, dapatnya sedikit dan sakit pula, jadinya pompa pigeon-ku nganggur baru dipakai 2-3 kali. Pakai tangan ternyata lebih nyaman, praktis dan kata dokter lebih bagus karena tekniknya bisa merangsang produksi ASI. [Rt]
Pakai tangan (cuci tangan dulu + pakai baby oil) saja tidak usah pakai pompa. Yang penting mengerti trik massagenya. Di klinik laktasi diajarkan tiga gerakan massage, pertama2 sakitnya aujubillah – tapi lama2 tidak apa-apa. Disarankan untuk massage at least 1X/hari. Baca saja edisi khusus ayahbunda tentang kiat menyusui. Tapi itu pun aku tidak terlalu mengerti sekali keterangannya – untung di klinik laktasi carolus diajarkan (021-390 4441/315 4187 ext. 2271). [Jd]
Tanya:
Sehari bawa pulang ASI berapa cc ya ? [Ev]
Jawab:
Aku kalau pakai tangan bisa pompa dua kali sehari, pompa pertama jam 11an bisa dapat 120-140 cc. Rata2 140an ya.. Lalu jam 16.00 pompa lagi dan dapat sekitar 100-an. Jadi sehari pulang minimal bawa 200 cc dan maksimal 250 cc (tapi jarang segitu) seringnya sih 220 cc. [Vl]
Sehari bisa bawa 400-500 cc, itu dua kali pengambilan. Bisa dikasih 4 kali ke anakku. Jam 9:30 – 12:00 – 14:30 ato 17:00 kalau aku belum pulang. Tapi jam kantorku kan cuma sampai 15:45. Kalaupun jalanan agak macet aku bisa sampai rumah jam 16:15, soalnya masih numpang di tempat orang tua waktu itu. [Fn]
Rata2 dapat 3 botol @100-120ml untuk sekali peras, bisa 4 botol kalau mau 2x peras. Cuma kalau aku lebih senang sekali peras, trus nanti begitu sampai rumah langsung meres lagi dapat 3 botol. Pas dirumah biasanya baby-ku tinggal sekali menyusu langsung ke aku sebelum dia tidur. Tengah malam biasanya baby-ku bangun 1-2 kali untuk menyusu, nanti aku sekalian meres dapat 2 botol. paginya sebelum pergi ke kantor aku meres lagi dapat 1 botol lagi. [Lk]
Setelah masuk kerja aku masih bisa ambil 3x pompa jadi bisa 360 dulu. [Im]
Bulan-bulan pertama (selama berekslusif-ria) bisa 3x peras @150ml kurang lebih. [Rt]
Tanya:
Anak umur 3-6 bulan itu minum ASInya berapa cc ya ? (Tanpa solid food ya) [Ev]
Jawab:
Anakku 3-6 bulan, minum susunya hanya 120 cc tiap 2-3 jam, sedikit, itu saja beratnya pas 6 bulan udah 9,5 kg. Tiap hari aku menyiapkan 9 botol @80-120ml buat persediaan. Rata2 sampai sore dia habis 8 botol, dan tidak selalu pas minum dia menghabiskan semua asinya, kadang2 masih sisa juga.[Lk]
Tapi yang jelas 3×150ml dulu cukup sekali, karena jarak rumahku dekat dengan kantor, jadi berangkat kantor jam 8pagi anakku sudah kenyang, dan sesampai di rumah jam 6 sore langsung menyusui lagi. [Rt]
Sejak anakku 5 bulan, minimum per in take dia harus konsumsi 125 mil – patokannya per tiga jam ya walaupun disarankan untuk kasih sesuka bayi (tidak perlu dijadwal). Berhubung aku cuma berhasil mengumpulkan 375 – 500 ml per hari (250 di kantor sisanya di rumah). [Jd]
Tanya:
Adakah kiat khusus bagaimana mensukseskan 6 bulan ASI eksklusif tsb ? [Ev]
Jawab:
Makan yang banyak kali ya, jadi ASInya bisa lebih banyak. Lalu rumah dekat kantor itu OK, karena mengurangin waktu pulang pergi kantor. O, ya ASIku yang hari Jumat aku biasanya taruh di freezer buat hari Senin. [Vl]
Yang penting niat, aku saja pertamanya tidak PD, soalnya begitu aku coba pakai pompa, kok hasilnya sedikit. Akhirnya coba pakai tangan. Jadi takjub sama hasilnya. [Fn]
Kiatnya pertama memang niat kita bisa kasih asi eksklusif 6 bln, ditunjang banyak makan sayur dan buah, cuma buatku kalau pas merasa asinya sedikit, sayur daun katuk-lah andalanku. biasanya kalau hari minggu yang paling berat, karena seringnya menyusu langsung jadi kadang tidak bisa meres untuk persedian hari seninnya, apalagi kalau pas kebetulan mau pergi. Makanya sekarang kubela2kan kalau hari minggu sebisa mungkin stay di rumah biar bisa meres buat persediaan hari seninnya. oh iya kalau pas tidak sempat bikin sayur katuk, molloco
kadang2 membantu juga. Aku tidak pernah menyimpan asi di freezer. Selalu di kulkasnya saja. Dan juga tidak lebih dr 24 jam, biarpun masih sisa selalu kubuang. Cara manasinnya begitu asi dikeluarin, disiram air biasa dulu, baru direndam pakai air panas, nanti kalau masih terasa dingin air panasnya diganti lagi sama yang baru, sampai asinya terasa hangat suam2 susu. [Im]
Pengalaman anak pertama dulu untuk nunjang banyak yang diperas dikantor aku bawa cemilan timun rebus, labu yang muda/kecil2 juga direbus, lalu ada teman yang menyarankan untuk makan rebusan kacang panjang ini selain memperbanyak juga untuk mengentalkan ASI. Kalau kiat-ku sama saja seperti ibu2 lainnya, makan sayur dan buah yang banyak, ditambah minum susu 3x sehari. [Rt]
a. Makan yang benar sejak hamil. Ikan teri, kacang rebus, daun katuk dan daun bangun2 (cuma dikenal orang Batak) itu baik sekali untuk memperkaya kualitas dan kuantitas susu bayi + rajin massage + teratur peras (semakin rajin menyusui + memerah, produksio ASI semakin banyak)
b. Upayakan dapat dukungan dari keluarga (suami, ibu+mertua – ini sangat perlu, dapat dukungan suami saja di keluarga tertentu, seperti aku
juga harus kuat2 iman menghadapi kritik dari mereka2 yang punya kesadaran pentingnya ASI eksklusif 6 bln)
c. Di awal2 memberikan ASI, apalagi masih belum tahu bagaimana caranya dengan gaya menyusui dsb + kurangnya dukungan RS/Suster/Dr (ada kan yang tidak terlalu menganggap penting ASI eksklusif dengan alasan kasihan bayi, ibu susunya tidak cukup).
Ini jadwal yang disaranin sama suster2 klinik laktasi dengan asumsi jam 7 pagi masih di rumah dan 7 malam sudah sampai di rumah
06.00 – 07.00: Beri ASI langsung (dengan kedua payudara)
09.00 – 09.30: Perah ASI
12.00 – 12.30: Perah ASI
15.00 – 15.30: Perah ASI
Note: di kantor perah dua payudara
19.00: Beri ASI langsung (1 payudara) + perah ASI (1 payudara)
21.00: Beri ASI langsung (1 payudara) + perah ASI (1 payudara)
02:00: Beri ASI langsung (1 payudara) + perah ASI (1 payudara)
04:00: Beri ASI langsung (1 payudara) + perah ASI (1 payudara)
Note: setelah bayi bertambah besar (di atas 3 bulan), yang jam 2/4 pagi bisa dilewatkan – agar ibu+bayi tidak capek2 sekali. Biasanya kalau bayi dan ibu tidur sama-sama, mbak + bayi bisa setengah tidur kasih+minum ASI. Tapi konon setelah beberapa bulan kemudia bayi sudah harus belajar untuk tidak minum susu di malam hari – apalagi kalau gigi sudah tumbuh.
Aku selalu masukkan ASI perah ke freezer setiap hari, terutama ASI weekend untuk hari Senin. Kata klinik laktasi tidak perlu, selama 1 X 24 jam bisa di kulkas (kata dr. Sears apa ayahbunda aku lupa jangan ditaruh di pintu kulkas ya. Agak ke dalam supaya kalau pintu buka tutup, botol ASI perah tidak naik turun suhunya. Tapi, berhubung aku tidak rajin mencatat waktu perah dan aku kuatir orang rumah bingung mengaturnya, ya sudahlah semua masuk freezer. Menghangatkannya melalui beberapa tahap: direndam di air keran, setelah tidak beku lagi, rendam di air hangat [Jd]
Produksi ASI ku melimpah ruah salah satunya berkat Sayur Bangun-bangun (yang dibilang Jude) buatan mamiku tercinta. Sekali 2 hari pasti dibikinkan, selain daun katuk dan jagung rebus. [Dm]
Pas anak pertama, aku ASI-nya melimpah ruah, tanpa diberi apa2 juga wah sampai banjir-banjir, jadi aku bisa sediakan banyak sekali ASI selama aku kerja karena jam merasku tidak hanya dikator, juga di rumah. Pagi sebelum Anak-ku bangun, aku meras, dapat 240 cc (banyak sekali ya), ini disimpan buat sore, kalau siang pakai yang meres di kantor). Begitu bangun anakku kan langsung menyusu, ASIku masih melimpah ruah, malah makin dipompa makin melimpah. Lalu di kantor aku pertamanya 2 kali pompa di pagi jam 10 dan siang, jam 2, aku pakai pompa pigeon, dan itu aku cuma pencet pompa sekali, langsung ASI mancer ke dalam botol, kadang bisa sampai 2 botol *240 cc, ini buat jam 08.00 dan jam 10.00. Nanti sampai rumah, aku pompa lagi, dan ini buat jam 12.00. Setelah Pompa anakku langsung menyusu, entar malamnya 2-3 kali bangun buat menyusu. [It]
Tanya:
Apa nanti proses peralihan ke makanan padat susah atau biasa aja ? [Ev]
Jawab:
Tidak juga rasanya. [Vl]
Tidak susah juga, soalnya 1-2 minggu sebelum 6 bulan, sudah diberikan jus buah, dan sebagainya.[Fn]
Dulu anakku biasa saja prosesnya. [Rt]
Tidak. Biasa saja. Memang memberikan makanan padat pertama kali ke bayi penuh tantangan, bukan? [Jd]
27-10-2005 11:53:22
Related posts:
Aneka Keramik
Info seputar keramik, Keramik KW2 atau KW3 buat carpot, keramik lantai, keramik model mozaik.
Keramik KW2 atau KW3
Tanya:
Aku mau pakai keramik KW2 atau KW3 buat carport. Beberapa aku pernah lihat di toko-toko bangunan, seperti BJ, Mitra10, tapi belum ketemu corak yang sesuai keinginanku, mau murah, tapi mau cantik juga. Di mana ya mencarinya? [Rie]
Jawab:
Di manggarai. Kalau KW1 untuk carport kuat, tidak ya ? tidak yakin rasanya. Selain itu kalau carport harus pakai yang bertekstur biar tidak licin licin. Aku tidak yakin ada yang KW3 [SDS]
Kalau mau mencari keramik yang banyak pilihan ada di sepanjang jalan cilengsi [Ynn]
Keramik KW2 dan KW3 banyak ada di manggarai, persis pertigaan lampu merah dekat Pasaraya Manggarai. Modelnya cantik-cantik, bahkan ada juga keramik kelas hotel yang KW2/KW3nya. Harga mulai Rp 20.000,- [Dn]
Kata suamiku sebenarnya perbedaan paling mendasar dari KW 1,2 dan 3 adalah masalah potongannya. Jadi sebagian besar utk kualitas tekstur dan ketebalan sama. Untuk mengakali pemasangan KW 3 agak dijarangkan saja, jadi parit antar keramik dibuat lebih lebar biar tidak keliatan sekali kalau potongannya tidak sama. Di rumah iparku (salah satu design suami) carportnya pakai KW3, tapi ya itu dengan teknik pemasangan sijarakan itu [DN]
Iya, DN itu betul. Mengakalinya memang dipasangnya agak berjarak. Hanya saja aku belum pernah ketemu KW3 yang tebal & bertekstur. Apa
aku saja yang kurang rajin mencari ya [SDS]
Aku pakai keramik KW3 untuk lantai dapurku yang aku beli di manggarai Trik memilih keramik kw3 adalah, cari yang motifnya abstrak (seperti marmer tapi tak berpola) dan warnanya warna-warna tanah agak gelap gitu, terus teksturnya kasar (yang pasti cocok sekali buat garasi). Soalnya, jadi tidak keliatan sama sekali kalau satu dan lainnya warna dan coraknya agak berbeda, malah keliatan natural kayak batu alam. Di
manggarai, keramik seperti ini banyak sekali. Lain halnya dengan keramik warna terang, mengkilat dan berpola sama. Pasti akan langsung keliatan. Oh ya, ada satu lagi kelas dibawah KW3, ciri-cirinya tidak pakai kardus, cuma ikatan aja. Wah kalau ini jangan-lah, bisa menyesal nantinya. Harganya dibawah Rp 20.000,-an, cuma ya itu cacatnya banyak sekali. Harga tidak jauh beda sama KW3, tapi kualitas jauh [Dn]
Iya memang keramik KW2 dan KW3 masih bisa bugs juga buat pelapis lantai. Tentunya beda merk maka kualitas KW2nya pun bisa tidak sama, kelasnya Roman meskipun KW2 – kW3 masih siku tapi kalau beli mesti dicek kode ukurannya ambil yang kodenya sama jadi ukurannya bisa ketemu, katakanlah yang KW1 ukurannya 40×40 maka Kw2 atau KW3nya mungkin ukurannya kurang sedikit dari 40×40. Itu ada kodenya di dusnya, ambil yang sama jadi bisa ketemu ujung-ujungnya ada juga kode “campuran warnanya” di dusnya, pilih yang sama juga biar tidak belang. Kalau bisa, kalau beli keramik KW2 atau KW3 jangan pilih yang motifnya menyambung antara keramik satu dengan yang lain, misalnya keramik yang dipojok-pojoknya ada 1/4 lingkaran jadi kalau digabung 4 keramik bisa jadi lingkaran penuh. Ini kalau tidak terampil sekali dan lagi tidak beruntung beruntung bisa susah ketemunya tapi kalau motif masing-masing keramik berdiri sendiri ya aman saja. Kalau lokasi yang di Cikarang aku juga sempat baca tapi lupa. Dulu (tahun lalu) aku ketemu di Depo Bangunan cukup beragam motifnya dan waktu itu murah sekali sekarang pasti harganya sudah naik [DM]
Ibu, Akhirnya aku beli keramik di Mitra10, waktu ada Gebyar Keramik minggu yang lalu. O iya, kalau ada promo gebyar keramik itu datangnya harus pagi-pagi – jam bukanya jam 8, kalau sudah siang sekitar jam 2, stoknya sudah habis. Kalau belinya kurang dari 10 box mungkin masih ada. Tapi kemarin aku carinya agak banyak. Di Mitra10 Percetakan Negara sudah tidak cukup stoknya. Akhirnya malah dapat di Mitra10 Kalimalang, dekat rumah. Tokonya lebih kecil. Pertimbangan aku kenapa beli di Mitra10, kalau memang KW2 atau KW3 kita tahulah mereka tidak akan bohong. Misal KW2 tidak dibilang KW3. Kalau beli di toko-toko kan bisa saja dibohongin, lagi pula kita tidak bisa benar-benar punya patokan, tidak mungkin dibuka satu per satu isinya [Rie]
Keramik Lantai
Tanya:
Aku mau tanya mengenai keramik lantai. Yang bagus untuk keramik lantai itu merk apa ya? selain pilih KW1, apalagi yang musti dipertimbangkan untuk memilih keramik lantai selain motif juga tentunya. Terima kasih ya, bu [DIW]
Jawab:
Mbak, kalau saya ketika pilih keramik lantai, selain motif dan jenis KW1, juga warna. Merek Roman kamar-kamar atau ruang lainnya kecuali kamar mandi, cukup bagus dan motifnya mirip-mirip sama marmer. Terus fungsinya juga. Kalau untuk kamar mandi atau tempat cuci, permukaannya harus agak kasar, supaya tidak licin. Untuk dapur dan garasi yang mudah dibersihkan. Mudah-mudahan bisa membantu ya. O ya, kalau dekat rumahnya dengan fatmawati, di sana banyak sekali toko bangunan yang jual keramik lantai. Ada satu langgananku di fatmawati, namanya toko Cahaya terang. Modelnya bagus-bagus [An]
Mbak, kebetulan aku ikutan milistnya tabloid rumah, dan waktu itu aku pernah tanya tentang keramik ini, dan ada satu membernya yang kebetulan arsitek & kontraktor, dia bilang untuk keramik yang bagus yaitu Platinum & Roman, kebetulan aku juga sudah beli Platinum (40×40)untuk rumahku kemarin di mitra10 harganya Rp 42.000,-/m terus aku beli dekat rumahku ternyata harganya Rp 41.000,-, terus untuk dapur, kamar mandi aku pakai Roman (30×30 & 20×25) harganya Rp 35.000,-/m & Rp 42.000,-/m [Dn]
Setahu aku, berdasar pengalaman roman ini memiliki beberapa kelebihan dibanding beberapa merk lain :
1. Tingkat presisi ukuran keramiknya mis 30×30 lebih baik dari keramik merk lainnya meski dengan tingkat KW1 yang sama. Jadi waktu dipasang akan lebih rapi dan natnya jadi tidak perlu terlalu lebar.
2. Lapisannya tidak mudah pudar, untuk keramik dinding terutama lapisan yang mengkilat awet cahayanya.
3. Mudah ditemukan karena jaringan distribusinya bagus, jadi kalau di satu tempat habis bisa dengan mudah mencari di tempat lain hanya dengan menyebut nomor seri motif yang diinginkan. Jadi kalau kurang-kurang sedikit mudah mendapatkannya.
4. Kalau kekuatan sepertinya memang lebih kuat dari merk lain, karena tidak mudah rompal/pecah ketika dalam pengiriman & pemasangan. [Al]
Keramik Model Mozaik
Tanya:
Aku lagi cari keramik lantai motif mozaik, yang seperti keramik-keramik model mediteranian yang kalau digabung 4 atau lebih keramik baru keliatan motifnya. Ada yang jual tidak ya di Jakarta [Di]
Jawab:
Aku pernah lihat keramik lantai motif mozaik seperti itu di Depo Bangunan Serpong [Yn-Hn]
Kalau soal keramik yang dirangkai biasanya 4 keramik jadi satu pola tertentu banyak sekali di toko-toko keramik di sepanjang Jl Percetakan Negara. Di depo juga suka ada, cuma kalau disini macamnya tidak banyak dan sering kita sudah jatuh cinta sama keramik yang didisplay tidak tahunya tidak punya stock. Harganya macam-macam tergantung dari produk mana, ukuran keramik dan kualitas (KW berapa). Kalau ukuran 30 x 30 biasanya masih di kisaran Rp 33.000,- – Rp 38.000,-/meter tergantung buatan pabrik dan motifnya. Kalau 40 x 40 ini lebih mahal lagi dari Rp 45.000,- sampai ratusan ribu/m. Ini untuk KW 1 ya. Ratusan ribu ini biasanya kalau keramik impor atau granit atau lapisan marmer [Al]
Coba telpon ke PT Satya Langgeng Sentosa telp. 6011537 dengan marketingnya ibu mei hwa. Aku lihat di cataloguenya ada mozaik yang mbak maksud. Cuma yang aku pegang ini catalogue untuk keramik import. Kalau yang lokal aku belum dikirimi dari sana. Jadi bisa langsung saja. Kalau mau langsung berkunjung juga bisa ke Mangga Dua Blok F 7 No. 3, Jl. Mangga Dua Raya. [El]
Coba ke pinangsia (glodok) kemarin waktu aku lagi cari ‘acoustic’ (untuk eternit) banyak ketemu keramik-keramik model, cuma sayang aku tidak tanya harganya [Sant]
Terima kasih sekali buat ibu yang sudah kasih info mengenai penjual keramik model mozaik, berhubung keterbatasan waktu dan jarak, akhirnya aku cuma sempat cari di daerah kalimalang dan depo bangunan. Koleksi di depo jauh lebih bagus cuma harganya mahal. Jenis keramik dengan mozaik motif mediteranian lis pinggirnya saja minim Rp 12.000,-/potong untuk ukuran 15×15 akhirnya aku pilih 2 keramik glazur dengan warna kontras, murah meriah per boxnya Rp 25.500,- [Di]
28-10-2005 11:03:41
Related posts:
Gelas Dengan Sedotan
Bagaimana ya mencuci gelas atau botol yang pakai sedotan?
Tanya:
Tanya ya, Bagaimana ya mencuci gelas atau botol yang pakai sedotan ? Aku selama ini pakai gelas yang model begitu hanya untuk air putih,
karena takut nanti mencucinya tidak bersih. Tapi anakku juga ingin pakai itu untuk minum sirup atau susu. Ada tidak ya sikat yang khusus untuk mencuci sedotananya? Terima kasih, bu [Sin]
Jawab:
Dulunya aku pakai lidi dan kain kasa. Tapi setelah aku pikir merepotkan akhirnya aku beli sedotan saja yang banyak, jadi lebih hygienis dan bisa pakai gelas biasa, habis pakai tinggal buang [Dm]
Ada mbak, Bentuknya seperti pembersih botol susu, tapi jauh lebih kecil, waktu itu aku beli di Carrefour [QQ]
Mbak, di pigeon ada tuh sikat khusus untuk sedotan. kalau tidak salah harganya Rp. 15.000,- di outletnya (MTA, PIM, etc) [Oc]
Ada, yang merk Pigeon (buat mencuci Mag-mag) Atau, mencucinya pakai cotton-bud, didorong pakai lidi. Ditanggung bersih. Jangan lupa sebulan sekali direndam pakai semacam bayclin, habis itu dibilas yang bersih [Dn]
Sikat khusus untuk sedotan ada, aku pernah lihat di produk pigeon, bentuknya langsing panjang sebesar sumbu kompor. Tapi setahu aku, batas waktu penggunaan gelas atau botol tersebut 6 bulan harus diganti, kalau tidak salah ya, Jadi tidak terlalu susah juga membersihkannya, cukup direndam air panas dan air sabun. Walaupun demikian, aku biasanya lebih memilih pakai sedotan yang sekali pakai buang, sambil membiasakan anakku minum di gelas [Ls]
17-11-2005 13:51:53
Related posts:
- Lepas Botol
- Dry Ice Dan Blue Ice
- Permainan Anak Untuk Family Gathering
- Cara Menghilangkan Noda Susu UHT Pada Baju
- Menghilangkan Noda Cat Di Lantai Keramik
Menghilangkan Noda Cat Di Lantai Keramik
Ibu yang pintar-pintar bagaimana cara menghilangkan bekas cat di lantai keramik?
Tanya:
Ibu yang pintar-pintar, mohon infonya bagaimana cara menghilangkan bekas cat di lantai keramik? soalnya lantai keramikku kena cipratan cat tembok dan besi. Kira-kira menghilangkannya pakai apa ya?
Jawab:
Minggu lalu, aku liat office girl di tempatku menghilangkan bekas cat di lantai kamar mandi pakai batu apung. Jadi, bekas catnya digosok pakai batu apung, tapi aku kurang tahu kalau untuk cat besi bisa atau tidak. [Ss]
Coba di lap pakai thinner mbak, kalau masih baru mungkin bisa. Tapi kalau sudah kelamaan coba dikerik pake Kape. Saran: kalau mau cat pintu atau dinding, lantainya dialasi koran, jadi cat tidak kemana-mana. [Di]
Ibu, bekas catnya banyak dalam satu tempat atau menyebar? Kalau pengalamanku waktu mengecat sendiri dirumah cara menghilangkannya bisa dengan air (tapi lama dan memang agak sulit). Kalau mau lebih praktis dan cepat, pakai cutter digoreskan, dengan posisi cutter menyamping (jangan seperti orang mengiris ya?) Aku biasa pakai cutter jadi kerjanya lebih cepat dan sepertinya keramiknya tidak apa-apa kok. [Ln]
Tukangku dulu pakai minyak goreng. Aku sendiri juga heran tapi mungkin bisa dicoba. [Va]
Ibu, untuk menghilangkan bekas cat besi di keramik gunakan tinner (cairan untuk mengencerkan cat besi) pakai lap kemudian digosok pelan-pelan. Biasanya untuk noda baru bisa langsung hilang. Kalau bekas cat tembok, gosok saja pakai Kape tapi hati-hati jangan sampai melukai keramiknya. Semoga bermanfaat. [Tr]
Kalau hanya cat tembok bukannya bisa di kerok pakai alat seperti pisau? tapi yang bentuknya segitiga. Aku lupa namanya. Tapi kalau kena cat besi harus pakai tiner kali ya. Di toko cat ada kok. Nama cairannya aku lupa. Semoga membantu ya. [Yn]
17-11-2005 14:53:42
Related posts:
- Cara Menghilangkan Noda Susu UHT Pada Baju
- Pemakaian Listrik
- Kena Knalpot
- Pemanfaatan Kertas
- Cetak Nama Badge
Bayi ASI Dan Fesesnya
Sudah 9 hari tidak pup, padahal dia masih ASI kenapa ya, bu?
Tanya:
Ibu, keponakanku cowok (3bulan) sudah 9 hari ini tidak pup. Iparku masih full ASI sampai sekarang, dia sudah makan pepaya, banyak minum dan makan sayur-sayuran, waktu hari ke 7, sabtu kemarin karena cemas sudah dibawa ke dsa. Dan ketika diperiksa perut kirinya, menurut beliau tidak ada fesesnya. Keadaan si bayi sehat, maksudnya tidak gelisah, tidak ada panas atau rewel kalau sakit perut. Iparku rencananya mau menunggu 2-3 hari ini, kalau tidak juga dia mau cari second opinion ke dsa lainnya. Sebenarnya wajar tidak ya lewat dari seminggu bayi belum pup dan memang bisa ya sudah semingguan begitu tidak ada fesesnya ? Terima kasih ya, bu [Rhm]
Jawab:
Mbak, Aku juga pernah punya pengalaman kejadian seperti ini waktu anak-anaku masih bayi. Biasanya karena pupnya agak keras, jadi susah keluar Waktu itu mertuaku kasih saran ‘dipancing’ saja caranya : (harus agak tega-an sedikit) buat dari sabun mandi dibentuk agak panjang dan ujungnya agak runcing (kira-kira sebesar pensil) terus bayi ditidurkan telentang, angkat kakinya keatas masukkan pelan-pelan batangan sabun tadi ke dalam lubang anus, sambil agak dipuntir-puntir, dan secara bersamaan tekan-tekan perutnya kebawah insya allah, kalo sudah kepancing, itu feses akan keluar sendiri dan memang bentuknya lengket sekali. Mungkin karena itu tidak bisa keluar sendiri [dn]
Pilihan lainnya pakai kunyit yang ujungnya dibakar sebentar, terus dimasukkan ke dubur [An]
Atau pakai obat yang lewat dubur, namanya microlax, ada kok di apotek [Dil]
Aku cuma mau lebih meyakinkan saja, benar kata mbak dn, dulu anakku juga pernah punya pengalaman yang sama dan dengan solusi yang sama, pakai sabun dibuat runcing. Seram juga ya, tapi alhamdulillah sukses dan tidak ada efek apa-apa. Mudah-mudahan cepat pup ya mbak, kasihan meskipun dia tidak rewel, tapi lama kelamaan tidak enak perutnya [vr]
Betul. Saya juga pakai microlax. Pemakaiannya mudah, dan efeknya langsung. Selang beberapa detik, langsung bereaksi. [Arn]
Betul bu, selama masih full ASI, bab seminggu – 2mgg sekali masih wajar. Karena ASI cepat diserap tubuh dan sangat mungkin kalau babnya juga hampir tidak ada ampasnya. Mau berbagi pengalaman sedikit, ada temenku di kantor, kebetulan anaknya seumur anakku Daffa (hampir 6 bulan) masih full ASI juga, babnya bisa seminggu – 10 hari sekali tapi badannya gemuk dan padat. Daffa saja yang lahir lebih besar berat badannya kalah, perkembangannya juga tidak masalah dan dia tidak pakai apa apa, babnya akan keluar sendiri, tidak pakai microlac, ataupun sabun yang diruncingkan kecuali babnya keras, susah keluar. kalau Daffa (6 bulan) alhamdullilah, masih full ASI juga kadang juga sampai 3-4 hari tidak bab, sekali bab cuma air kuning (golden feces) atau kehijauan tergantung dari yang dimakan ibunya, aku perhatikan kalau aku makan pedas, Daffa akan bab tiap hari, malah bisa 2-3 kali tapi sekarang sudah teratur 1x sehari. Jadi, saranku jangan pakai obat apa-apa tiap baby punya kebiasaan yang berbeda/unik tapi nanti juga normal sendiri [Ley]
Yang seperti ini wajar sekali terjadi sama bayi yang minum ASI. Dokternya anak-anakku pernah bilang, kadang mereka tidak pup sampai 2 minggu, dan itu tidak apa-apa. Apalagi kalau si bayinya juga tidak merasa terganggu, ya tidak apa-apa, semakin besar, nanti semakin normal kecuali dia kesulitan, bisa di belikan glycerin suppositories yang buat infant (ini juga atas anjuran dokter, karena anak-anakku pernah mengalaminya juga), dipotong setengah saja sudah manjur, terus dimasukkan ke dubur bayi, tunggu sampai sekitar 15 menit keliatan hasilnya). Semoga bermanfaat [RM]
Aduh aduh bu, tidak usah dipakaikan apa-apa, kasihan masih 3 bulan dan full ASI benar-benar ya mbak? kalau menurut Sehat dan banyak pengalaman ibu-ibu ASI eksklusif termasuk aku sendiri alhamdulillah waktu anak keduaku, itu hal yang wajar sekali. Soalnya, itulah kelebihannya ASI sama susu formula, kalau susu formula hampir selalu pasti ada “sisanya”, sementara kalau ASI, karena memang sudah diciptakan dengan 1001 keajaibannya ASI itu insyaAllah terserap habis oleh tubuh bayi kita. Jadi wajar kalau tidak sisanya, jadi banyak sekali pengalaman ibu-ibu yang ASI eksklusif lalu bayinya tidak pup berhari-hari. Anak keduaku juga pernah samapi seminggu lebih, tapi siap-siap saja mbak begitu pup, wah banyak dan baunya.. Coba search di google pakai keyword kayak exclusive breastfeed stool, nanti ketemu banyak artikel yang menerangkan soal ini, jadi kalau menurut aku insyaAllah tidak apa-apa [Nad]
Mbak, Menurut aku DSAnya sudah benar. Kalau ASI eksklusif normal kalau bayinya pup 7-10 hari begitu. Itu berarti ASInya terserap sempurna, sehingga tidak ada ampasnya yang perlu dibuang. Anakku dua-duanya waktu masih ASI eksklusif juga begitu. Waktu anak pertama sempat 2 kali kena microlax, karena aku masih belum mengerti, tapi anak kedua tidak pernah aku kasih apa-apa, lama-lama normal sendiri. Dulu kalau bayiku sudah semingguan belum pup, aku tiap sarapan makannya pepaya satu piring makan muncung. Lumayan membantu, tapi pupnya juga rada orange begitu. Jadi, kalau bayinya memang tidak ada keluhan atau gelisah, dan pupnya juga normal saja, tidak keras, jangan dikasih microlax [Rn]
19-11-2005 23:57:44
Related posts:
- Salon Bayi
- Putih-Putih Dimulut Bayi
- Alergi Susu
- Creambath Untuk Anak-Anak
- Mencegah Alergi Pada Bayi Karena Makanan
Membangun Rumah
R
encananya tahun depan kami mau membangun rumah, kira-kira apa saja yang harus dipersiapkan?
Tanya:
Dear ibu-ibu yang baik, InsyaAllah tahun depan kami punya rencana membangun rumah. Rencananya kami ingin memakai tukang sendiri (bukan dari developer) karena jauh lebih murah.
Yang aku mau tanyakan:
- Kira-kira apa saja yang harus dipikirkan/dipersiapkan?
- Perlu tidak kita memakai jasa arsitek untuk merencanakan dan menggambar denah ruangan-ruangannya?
- Lebih enak/menguntungkan kalau kita memakai sistem borongan atau tidak?
Tolong sharingnya ya Bu yang punya pengalaman membangun rumah sendiri dari awal. Pokoknya apa saja yang berhubungan dengan pembangunan rumah [nop]
Jawab:
Sebelum membangun rumah, yang pasti harus sudah siap dengan gambaran rumah yang akan dibangun. Sebaiknya bukan sekedar sketsa kasar karena untuk mencegah mispersepsi antara mandor/tukang dengan mbak sebagai empunya proyek, jadi minimal disiapkan gambar denah, tampak rumah dari depan, samping, belakang, dan potongan rumah. Disamping itu pastinya mbak akan perlu gambar tersebut untuk mengurus IMB (Ijin Mendirikan Bangunan). Pentingnya ngurus IMB ini yah karena nanti juga akan ketahuhan apakah di tanah tersebut ada rencana pengembangan/pelebaran jalan misalnya, juga berapa jarak bangunan yang diperbolehkan dari jalan (garis sempadan bangunan). Pengalaman teman iparku, dia tidak mengurus IMB ini, dan langsung membangun, ditengah jalan, datang orang Kimpraswil mencoret-coret bangunan disepanjang jalan tersebut yang kena pelebaran jalan, jadi akhirnya dari tanah yang panjangnya 10m akhirnya hanya akan tersisa 3 m jika pelebaran jalan dilakukan, sementara pembangunan sudah setengah jalan! Rugi dua kali jadinya. Pengalaman kedua pengalamanku sendiri, karena sudah pernah membangun sendiri 2x dan aku selalu ngurus IMB, untuk rumah yang barusan aku bangun ini ternyata akan ada pelebaran jalan juga, jadi tanahku akan kepotong 2m, untung mengurus IMB dulu, jadi aku bisa merubah rencana denah sesuai dengan peraturan yang ada. Pentingnya IMB yang lain, kalau untuk agunan di bank, biasanya akan dibutuhkan IMB ini karena bank tidak mau memberi kredit ke rumah yang tidak jelas statusnya di kemudian hari.Kalau sudah punya IMB berarti rumahnya aman. Kalau di Jakarta kalau tidak salah bangunan harus pakai arsitek yang bersertifikat baru IMB bisa keluar, tapi tidak tahu berlaku benar apa tidak, sebaiknya ditanyakan ke TataKota atau Dinas Perijinan di sana? Kalaupun mau tidak pakai arsitek paling bisa “diakalin” dengan menggambar sendiri lalu kalau memang harus pakai arsitek bersertifikat ya dibawa saja ke arsitek buat di”gambar ulang” atau cukup diketahui oleh dia, paling tidak biayanya lebih murah daripada konsultasi dari awal.
Bagusnya kalau konsultasi ke arsitek (bukan promosi atau membela diri karena kebetulan aku juga tukang menggambar rumah, mereka bisa kasih masukan/solusi untuk membuat rumah yang sehat dan sesuai kebutuhan, terutama untuk penghawaan dan pencahayaan alami, atau apapun input yang mbak mau. Sistem job membangun yang menguntungkan dan memberi kepastian ke mbak tentunya sistem borongan, karena pekerjaan akan selesai tepat waktu dan tidak ada biaya tambahan meskipun harga bahan bangunan naik di tengah jalan. Kalau tidak borongan, bisa jadi pekerjaan akan molor karena tukang dibayar harian. Semakin lama semakin besar pemasukan buat mereka. Proyek yang mestinya 4 bulan kelar bisa molor sampai 6 bulan bahkan lebih. Tapi system borongan pun harus siap-siap dengan biaya tambahan kalau tukang/mandor yang kita pekerjakan tidak terlalu pandai “berhitung anggaran biaya”, sekaligus tidak kuat modal(karena bukan kontraktor), bisa terjadi di tengah jalan harga naik, atau mereka salah hitung sehingga rumah yang mestinya diborongkan 100juta sampai selesai ternyata baru 80% jalan sudah menghabiskan seluruh biaya. Hal terburuk adalah mandor mangkir atau pembangunan bisa diteruskan tapi mbak menambah biaya diluar biaya yang sudah disepakati. Sorry kalau kepanjangan, semoga membantu. Kalau mau tanya-tanya yang lain lagi boleh japri atau visit saja webku di www.daydzign.com [DH]
Menurut aku beberapa hal yang harus dipertimbangkan kalau mau membangun rumah antara lain :
- Budget, itu yg penting banget. Setahu aku kalau rumah sederhana bisa min antara Rp. 1,5 – Rp 1.750 jt/m persegi. kalau mau yang tidak mewah boleh lah min 2 jt ke atas. jadi tergantung kita mau pakai bahan apa. misal : jenis bahan yang akan di pergunakan untuk lantai (keramik/marmer/ubin biasa),jenis kayu, genteng dan lain sebagainya. Biasanya kalau membangun rumah itu biaya untuk struktur bangunan perhitungannya standard-standard saja, tapi yang membuat budget bengkak itu malah bagian akhirnya. seperti beli jenis-jenis handle pintulah, wastafel yang unik-uniklah, atau keramik yang jenisnya lucu-lucu untuk kamar mandi, lampu-lampu, apalagi kalau kita sendiri yang turun belanja ke toko, duhh tidak tahan mata, tidak seimbang dengan dompet.
- Kalau kita awam soal urusan bangun membangun rumah, lebih baik pakai jasa arsitek untuk membuat gambar denahnya. Alhasil setelah gambarnya selesai, kita bisa tahu berapa besar luas bangunan rumah kita, terus kita kalikan dengan ancar-ancar per meter tadi dapat kira-kira budgetnya berapa. Selain itu kita juga jadi bisa tahu kira-kira rumah kita akan jadi seperti apa, untuk menghindari ganti-ganti model selama masa pembangunan. Kemarin waktu aku bangun rumah, aku pakai jasa arsiteknya saudaraku untuk gambar denah ruangannya kebetulan dia juga design interior, jadi bisa skalian minta gambar untuk kitchen set dan model kusen pintu/jendela. jadi maunya aku kayak gmana, terus mau kamar berapa, garasi letaknya dimana dan lain sebagainya kita ceritakan ke dia, terus dia yang gambar. setahu aku ada saja kantor arsitek yang mau melayani untuk membuat gambar saja. saranku mbak, kalau pakai jasa arsitek lebih baik cari yang arsiteknya masih orang muda, jadi banyak ide-ide baru yang keluar dan juga biasanya lebih ‘berani’ sedikit dalam menggambar bentuk rumah.
- Menurut aku lebih baik pakai sistem borongan, soalnya kita tidak akan pusing ini itu lagi. cuma kalo mbak punya kenalan kontraktor yang independen, yang biasa mengerjakan bangunan rumah lebih enak lagi. sebab kalau cuma pakai mandor/tukang biasa kalau tukangnya tidak bagus, kita si pemilik rumah malah jadi repot akhirnya dan kemungkinan bisa kelebihan budget juga. kemarin aku pakai jasa kontraktor independen,gambar rumah yang digambar sama saudaraku itu aku kasih ke dia, terus dia yang kerjakan.
tips kalau pakai jasa kontraktor/pemborong :
- minta dia buat rincian biaya pembangunannya.
- minta pembayaran dilakukan bertahap sesuai dengan prosentase berlangsungnya tahapan pembangunan berjalan, namun kesepakatan total biaya sudah disepakati sebelum pekerjaan pembangunan dimulai.
- semuanya itu dibuat dalam bentuk perjanjian kerjasama (yg simple saja), termasuk juga jangka waktu pembangunan.
- sekalian tanya kemungkinan apakah dia bisa membuat kitchen setnya. jadi sekalian hitung beli kayu-kayu untuk kusennya, kali saja jadi lebih murah.
Kontraktor aku yang kemarin itu, kelihatannya tidak terlalu banyak ambil komisi/jasa pembangunan untuk dia, terus orgnya juga cukup flexible. Dia memperbolehkan aku dan suamiku untuk ikut memilih mulai dari jenis keramik s/d jenis cat, asalkan harganya masih masuk dalam pos rincian biaya yang dia buat, sehingga ketika rumahnya jadi aku benar-benar puas karena dibuat berdasarkan taste dari aku dan suami.
Kalau mau belanja pernik-pernik interior bangunan (handle pintu, keramik, wastafel dan lain sebagainya) banyak tersedia di daerah percetakan negara. Disitu ada supermarket bahan bangunan macam-macam jenisnya, nyaman mbak belanja disitu pakai AC. terus kalau mau beli handle-handle pintu yang harganya murah tapi modelnya bagus di daerah jl fatmawati, namanya Kunci Mas. Kalau mau beli lampu-lampu gantung di seberangnya toko kunci mas ini. [Dr]
Mbak, Kebetulan aku baru selesai bangun rumah, dan ingin menambahkan saja tipsnya mbak DH sama mbak Dr. Menurut aku yang paling penting, kontrol, kontrol, dan kontrol. Soalnya pengalamanku kemarin agak tidak enak. Aku sudah pakai arsitek, sistem cost dan fee, feenya 15% (lumayan tinggi jugalah buat arsitek muda), dengan alasan karena kita awam sekali soal bangunan dan berharap dia bisa kasih petunjuk dan input-input buat kita, dan karena aku dan suami kerja, jadi ya perlu dia buat kontrol hariannya. Yang ada, sepertinya pakai dia tidak banyak nilai tambahnya, tapi malah banyak masalah/kesalahan yang merugikan kita, sampai akhirnya arsitek itu kita hentikan di tengah jalan dan feenya kita potong. Tapi ini cuma kasuistik, tidak semua arsitek begitu, itu arsitek saja yang kacau, bapakku (yang arsitek juga) saja sampai bilang, ‘wah, ni orang benar2 mempermalukan korps arsitektur nih..’ Masalah-masalah yang aku alami diantaranya (bukan menakuti-nakuti, cuma buat masukan saja bahwa hal-hal ini perlu dikontrol supaya tidak kejadian sama mbak :
- keramik kamar mandi anak dipasang di kamar mandi pembantu (jadinya kamar mandi pembantuku indah)
- banyak lubang jendela dan lubang angin tidak bolong, tapi dipasang tembok. Sudah dicomplain, minggu depannya balik, bukannya sudah dibolongi, malah sudah diaci (jadi boros material dan upah tukang)
- letak saluran-saluran air tidak sesuai denah, sampai-sampai closet-closet letaknya pada jauh (ada yang sampe 20 cm) dari dinding.
- gara-gara banyak lubang yang lupa dibolongi, ada pipa-pipa saluran air yang jalurnya melewati letak lubang jendela (akhirnya pipa di bongkar dan di relokasi, yang berarti buang material dan upah lagi), dan pada saat dibolongi, ternyata ada besi konstruksi yang letaknya di tempat lubang jendela, akhirnya besi dipotong.
- yang paling parah, dalam satu bulan, stop kontak lantai 1 pada mati satu per satu, sampai-sampai dari sekian puluh stop kontak yang ada, tinggal 2 yang hidup. dan menurut tukang listriknya dia, MUNGKIN ada kabel bawah tanah yang ke pacul waktu pembangunan, yang jelas dia tidak bisa membetulkan dan tidak bisa di trace karna semua kabel terletak dibawah lantai (tidak mungkin aku bongkar lantai, apalagi belum tentu problemnya disitu), dan solusinya ya semua stop kontak harus dibuatkan instalasi baru. Aku sempat panggil tukang listrik lain, katanya antara gambar denah instalasi yang ada dengan kenyataannya juga pada tidak sama [Rn]
Aku tidak begitu mengerti tapi katanya orang beberapa hal yang harus diperhitungkan adalah :
1. Perhitungan biaya kalau sudah tahu kira-kira berapa tambahin sekitar 30%lah buat jaga-jaga. Entah itu kenaikan harga, punya ide tambahan, molornya tukang (kalau harian). Pokoknya perkiraan yang tidak dapat diperkirakan. Apalagi tahun depan pasti akan ada kenaikan harga, sekarang saja harga besi sudah mahal.
2. Kalau punya kenalan arsitek tidak apa-apa yang gratisan, tapi kalau tidak begitu jelimet atau spesifik mending kita saja yang rancang-rancang (kalau sudah punya bayangan). Tukang biasanya cepat tanggap sama yang kita mau dan bisa kasih saran berdasarkan pengalaman.
3. Borongan atau harian ada untung ruginya. Kalau borongan memang kita tidak usah pusing cari material, semua sudah termasuk didalamnya, tapi biasanya mereka kan kejar tayang takutnya kualitas kerja tidak terjamin, kita harus teliti. Kalau harian kita bisa menekan ongkos di material, tapi karena hitungannya harian bisa saja tukang itu molor, kalau kita bisa langsung mengawasi bisa kita cereweti [Lsy]
Kalau urusan membangun rumah, mertuaku paling jago. Soalnya itu pekerjaan beliau dari muda, mandorin tukang. Yang perlu diperhatikan :
1. IMBnya harus diurus dulu, adapun prosesnya cukup rumit dan menghabiskan banyak waktu kalau untuk luas tanah dibawah 200m, cukup diurus di kecamatan, kalau diatasnya harus ke walikota sebelum IMB, mbak harus mengurus advis planning dulu di kecamatan. (kira-kira Rp 700.000,-), yaitu peruntukan tanah tersebut beserta GSB nya Kalau sudah dapat, buat denah rumah di kalkir 8 lembar dengan tanda tangan ijin arsitek (ini bisa minta tolong orang kecamatan saja, biayanya Rp 300.000,-) Nah, advis planning, denah, kopian sertifikat tanah dilegalisir, KTP dan KK sebagai syarat pengajuan IMB (biayanya kira-kira Rp. 1.500.000,-). Setelah semua syarat masuk, satu minggu kemudian akan dapat IP (ijin pendahuluan) dan plangnya. Baru kita bisa mulai membangun. IMBnya sendiri baru akan keluar 1 bulan kemudian
2. Kalau untuk rumah tidak begitu besar dan rumit, sebenarnya bisa dikira-kira saja denahnya, tukang pasti mengerti ada program komputer untuk membuat denah rumah berikut tampilannya untuk para awam, atau pakai saja Visio kalau arsitek prof, kira-kira feenya 5% dari RAB kecuali kalau punya kenalan arsitek yang mau dibayar dengan *harga teman*, kenapa tidak?
3. Pengerjaan, lebih baik ambil borongan tukang saja, tanpa bahan kalau ambil yang harian, agak repot karena kita harus benar-benar tahu yang akan dikerjakan itu apa aja dan semua kita yang mengatur, apalagi kalau awam lagipula pekerjaan bisa molor dari waktu yang ditentukan karena tukang tersebut tidak mengejar target. semua bahan kita beli sendiri di material atau toko bangunan, supaya puas dan bisa dapat yang benar-benar murah kadang-kadang kalau borongan dengan bahan, pemborongnya suka nakal, sehingga kita dikasih bahan-bahan yang kurang baik mutunya. ada baiknya, kita survei ke beberapa toko sebelum memutuskan, supaya dapat yang paling murah kalau mbak mau, aku bisa kasih rekomendasi toko tempat membeli kayu (klender), besi beton, gipsum (condet), keramik & genteng (panglima polim) yang paling murah menurut surveiku. aku juga bisa rekomendasi pemborong langgananku yang tidak diragukan lagi pekerjaannya. Pemberian uang ke pemborong dilakukan bertahap, misalnya per minggu berdasarkan jumlah tukang yang hadir jadi kita bisa mengontrol budget yang keluar tidak akan melebihi harga borongan yang ditetapkan. biasanya harga borongan tukang 1/4 dari RAB misal, akan membangun rumah 100m2, maka kalau perkiraan RABnya Rp 1.500.000,-/m2 = Rp 150.000.000,- maka borongan tukang sekitar = Rp 35.000.000,- – Rp 40.000.000,- (tergantung negonya)
4. Tahapan2 dalam pembangunan:
- pesan kusen dahulu, biasanya tukang kusen membutuhkan waktu 1 bulan untuk menyelesaikan semua pesanan jadi pemasangan kusen bisa sejalan dengan pembangunan rumah, tidak molor
- bikin sumur pompa, beli genset, bikin bedeng dan septik tank dahulu hal ini sangat diibutuhkan mengingat dalam pembangunan pasti dibutuhkan air, listrik dan tempat tinggal untuk tukang
- Untuk rumah bertingkat, kira-kira dalam 1,5 bulan sampai 2 bulan akan naik genteng
- Sesudah itu baru finishingnya kira-kira 3-4 bulan
- Daftar pemasangan listrik baru ke PLN wilayah terdekat
- Rumah siap ditempati [Bdnh]
Mau berbagi pengalaman juga ya, karena perasaan baru kemarin aku bernafas lega setelah membangun rumah. Mandor yang aku pakai bagus sekali orangnya, pintar, rapi & cepat mengerti apa yang aku & suami mau, waktu aku sodori gambar rumah kami, dia langsung mengerti, dan hampir dibilang secara keseluruhan tidak ada kesalahan. Tugas arsitek (teman suamiku) cuma gambar saja selama pembangunan rumah berlangsung si arsitek tidak ikut-ikutan kecuali kalau suamiku mau nanya-nanya itupun sedikit saja (via telpon). Saat pengerjaan rumah berlangsung memakan waktu kira-kira 7-8 bln, hampir tiap akhir minggu urusan kita pasti tidak jauh dari urusan bahan bangunan mencari kayu, keramik lantai/kamar mandi, cat, genteng, design pagar, kebetulan aku & suami sendiri yang merancang, benar-benar seru, bisa dibilang itu rumah hasil dari segala ide,tenaga kita tercurah dirumah itu semua detail ruang atas ide & hasil diskus aku & suami (arsitek) puas sekali, capek juga setelah rumah jadi, kita harus cari tukang tralis yang bagus karena kita tidak mau model teralis besi tempa yang sekarang lagi musim, tapi model teralis bentuk ketupat dengan besi solid (model jaman baheula) akhirnya ketemu tukang las tralis yang kita cari, tapi lamanya minta ampun hampir 3 bulan baru selesai, padahal aku sudah ingin sekali pindah rumah. Sudah hampir 5 bulan aku tempati rumah itu Alhamdulillah tidak ada komplain sama bangunannya, malahan tembok rumahku itu terlalu keras, soalnya kita membangun pakai material kelas 1 maksudnya supaya kuat Insya Allah 20 tahun ke depan rumah masih kokoh, jadi kita tidak butuh pemeliharaan yang menghabiskan uang. Pernah ada bapak-bapak yang naksir dengan bentuk rumah kita terus minta ijin mau ngikutin/nyontek, jelas saja aku yang paling sewot, suamiku sih senyum-senyum saja, kalau perlu aku tulis di depan rumah “dilarang mencontek bentuk rumah ini tanpa ijin tertulis pemilik rumah” hehe. Pesan aku saat membangun rumah pasti akan banyak cobaan antara suami istri & banyak yang jadi cekcok, misalnya si suami pengen keramik ini, istri pingin yang lain, sering hal kaya itu muncul yang penting saling sabar & pengertian [Dna]
Setelah bersuamikan seorang arsitek bahwa pandanganku selama ini tentang arsitek salah besar. Dulunya aku berpikir buat apa mesti bayar arsitek yang penting kita tahu kebutuhan kita. Tapi sekarang aku mengerti bahwa justru dengan adanya arsitek amat sangat membantu kita dalam penyusunan/tata ruang sesuai kebutuhan kita. Banyak teman-teman yang dulunya ‘takut’ pakai jasa arsitek karena faktor budget, tapi setelah mencoba mereka puas, bahkan ada yang bilang ‘koq bisa ya ruangannya jadi lega, oh iya benar juga dan sebagainya. Kalau mau pakai jasa arsitek, kita informasikan saja budget kita dulu sehingga mereka bisa menyesuaikan dengan dana dan kebutuhan kita. Dari situ biasanya jarang melenceng dari rencana awal. Beda kalau kita sendiri dan pakai tukang apalagi kalau pembangunan dari nol (bukan renovasi). Arsitek juga bisa membuat design rumah tumbuh, artinya kalau sekarang belum ada budgetnya tidak papa tapi sudah didesign dulu sehingga kalau ada dana nantinya bisa ditambah dengan baik jadi tidak berkesan tambal sulam. Sebaiknya memang menggunakan jasa arsitek, daripada nanti sudah jadi ada yang kurang lebih malah biayanya lebih besar ketimbang memakai arsitek dari awalnya. Kalau untuk membangun dengan pengawasan minim sebaiknya menggunakan sistem borongan, tapi inipun ada resikonya soalnya mereka mengejar target sementara tahapannya belum sempurna (contoh : Pengecoran dan semen lapis). Kalau pakai sistem harian bisa saja tukangnya males-malesan jadi pekerjaan dilama-lamakan. Memang bingung, tapi begitulah kenyataannya. Usahakan ada yang mengawasin rutin jadi hal-hal diatas tidak terjadi. Suamiku tahun lalu baru selesai membangun rumah adiknya, dan mereka puas karena semua keinginan mereka terakomodir dengan baik. Mudah-mudahan hal ini bisa jadi masukan ya.
Biarpun arsitek tidak ikut-ikut, tapi dasar pembangunan adalah gambar. Kalau gambar sudah ada, mandor biasanya langsung bisa baca gambar (kalau tidak bisa perlu dipertanyakan ke mandorannya). Saranku, sebaiknya kalau untuk mendesign rumah gunakan jasa arsitek sehingga semua keinginan kita bisa diakomodir dalam gambar dengan baik. Kalau sudah begini pakai mandor sama tukang saja untuk sebuah rumah yang tidak memerlukan konstruksi aneh-aneh pasti bisa. Tapi tetap harus dikontrol juga soalnya kata suami banyak mandor yang bilang mengerti gambar tapi tetap saja ada kesalahan walaupun gambarnya sudah jelas. [DN]
Maaf ya aku bukannya mau bantu, tapi aku juga mau tukar pikiran karena sama tahun depan juga mau bangun rumah insya Allah juga mau pakai tukang sendiri membangunnya juga bukan di perumahan soalnya. Sejauh ini persiapanku masih acak-acak saja;
- denah perkiraan aku dapat dari tabloid rumah edisi dua minggu yang lalu sepertinya soal tanah nya kecil dan aku mau buat tingkat tadinya juga ingin jasa arsitek, di iklannya tabloid rumah atau majalah idea banyak juga, tapi keburu ketemu denah, walaupun sebenarnya aku tetap ingin dengar sarannya arsitek karena posisi rumah yang kiri kanan nya sudah bangunan jadi mana tahu ada saran tentang bagaimana supaya rumah nya sehat atau bahan-bahan apa saja yang sebaiknya dipakai, sepertinya tukang-tukang itu tidak terlalu baru ya, harus kita yang rajin cari pernik-pernik
- sistem borongan katanya lebih cepat, tapi aku takutnya jadi buru-buru misalnya semennya belum kering benar sudah dilanjutkan proses berikutnya, walhasil nanti bangunannya cepat retak. Kalau tidak borongan apa istilahnya ya (aku juga baru mempelajari bulan terakhir ini) ada resikonya juga ada untungnya. Kalau tukang yang rumahnya dekat misalnya di pamanukan situ, kadang mereka suka pulang saja beberapa minggu tiba-tiba terus nanti balik lagi sesuka mereka. ya untung-untungan lah
- aku juga baru mau mulai langganan majalah idea. Kalau tabloid rumah tidak bisa langganan,
- sekedar perkiraan, temanku bangun rumahnya 60 m2 biaya total ~ Rp 80.000.000 pakai sistem borongan, dan selesai dalam waktu 3 bulan di daerah bekasi sana. tapi ini tidak tahu aku belum mendalami masalah hitung-mengitungnya, ada buku seri tabloid rumah yang judulnya membangun rumah, covernya merah harganya Rp 15.000,- disitu ada cara hitung biaya cuma aku juga belum sempat buat perhitungannya. [Iyt]
Pengalaman aku, kurang lebih 6 bulan sebelum kita rubuhi rumah lama untuk bangun baru, kita corat coret sendiri layout apa yang kita mau, lalu cari tukang dan kebetulan si tukang bisa buat blue print, jadi jelas skalanya. Kita lebih suka bayar harian, karena kalau borongan sering sekali di bohongi kwalitas bahan bangunannya. Setelah itu baru kita mencari keperluan sebagai berikut :
- pesan kusen, lalu di titip di tempat si pembuat kusen dulu.
- cat rumah. Beli di jatinegara yang gallon-galon, ternyata jauh lebih murah daripada beli di toko bangunan, bisa beda Rp 25.000,- per galon.
- keramik rumah, engsel, handel pintu, pernak pernik untuk finishing, di pasar kenari.
- kusen dan triplek untuk eternit rumah. Beli di daerah duren sawit, puas karena murah meriah dan tripleknya tebal-tebal.
- batu kali dan pasir. Beli di deket tol bekasi barat. Ternyata pasirnya beda-beda untuk awal pendirian dan finishing
- batu bata dan genteng. Cari sampai hampir purwakarta, dapat yang bagus dan murah meriah.
- cakar ayam/besi beton. Beli di jual beli besi bekas madura-madura itu, pilihan yang bagus-bagus ternyata banyak dan harganya jauh lebih murah dibanding di toko bangunan, kwalitas juga sama.
- waktu rumah sudah hampir 75% jadi, pesan krey jendela dan horden.
- untuk halaman depan dan belakang, pesan rumput gajah dan jepang dan tanaman-tanaman hias lainnya. [DNov]
20-11-2005 00:32:40
Related posts:
